Hoaks Token Listrik Gratis Kembali Beredar, PLN Minta Warga Waspada Tautan Pendaftaran

Hoaks Token Listrik Gratis Kembali Beredar, PLN Minta Warga Waspada Tautan Pendaftaran

Informasi palsu terkait token listrik gratis kembali beredar di media sosial. Dalam unggahan yang tersebar, warganet diarahkan untuk mendaftar melalui tautan tertentu dengan klaim bantuan token listrik.

Tautan yang dibagikan itu, ketika diklik, mengarah ke sebuah situs yang meminta data pribadi, seperti nama dan nomor telepon. Dalam beberapa variasi, situs juga meminta informasi lain, termasuk nomor Telegram.

PLN menyatakan tidak pernah membuat maupun menyelenggarakan promo token listrik gratis seperti yang beredar di media sosial. Masyarakat diminta berhati-hati terhadap informasi, termasuk promosi yang tidak bersumber dari kanal resmi PLN, agar terhindar dari upaya penipuan.

Berikut sejumlah contoh hoaks token listrik yang ditemukan beredar di media sosial.

1. Klaim link pendaftaran program token listrik gratis

Salah satu unggahan di Facebook pada 6 Mei 2026 memuat klaim adanya “program token listrik gratis” dan menyertakan tautan pendaftaran. Unggahan tersebut disertai menu daftar yang mengarahkan pengguna ke sebuah situs. Di halaman itu, pengguna diminta mengisi identitas, mulai dari nama sesuai KTP hingga nomor Telegram.

2. Klaim link pendaftaran bantuan token listrik Rp700 ribu dari Prabowo-Gibran

Unggahan lain di Facebook pada 5 April 2026 mengklaim adanya bantuan token listrik sebesar Rp700.000 yang disebut berasal dari Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Postingan tersebut menampilkan poster dan menu daftar yang mengarahkan ke situs tertentu. Situs itu meminta data identitas, termasuk nama dan nomor Telegram.

3. Klaim link pendaftaran token listrik gratis Rp750 ribu untuk pelanggan PLN

Pada 27 Maret 2026, beredar unggahan di Facebook yang mengklaim token listrik gratis Rp750.000 untuk pelanggan PLN. Unggahan tersebut menyertakan menu daftar yang mengarah ke sebuah tautan. Halaman yang dituju menampilkan formulir digital dan meminta data seperti nama lengkap, nomor pelanggan, jenis meteran, alamat lengkap, serta nomor Telegram aktif.

PLN mengingatkan masyarakat untuk memverifikasi setiap informasi yang beredar dan menghindari memberikan data pribadi pada tautan yang tidak jelas sumbernya. Warga disarankan memastikan informasi terkait layanan maupun program bantuan hanya berasal dari sumber resmi PLN.