Hoaks Subsidi BBM dan Listrik Marak di Media Sosial, Warga Diimbau Waspada Tautan Pendaftaran

Hoaks Subsidi BBM dan Listrik Marak di Media Sosial, Warga Diimbau Waspada Tautan Pendaftaran

Hoaks terkait subsidi kembali marak beredar di media sosial. Informasi palsu semacam ini kerap tampil meyakinkan dan menggoda untuk diikuti, namun berisiko merugikan masyarakat, baik secara finansial maupun melalui pencurian data pribadi.

Sejumlah hoaks menyasar sektor-sektor vital, mulai dari bahan bakar minyak (BBM), listrik, hingga narasi yang mengatasnamakan pernyataan pejabat. Penyebarannya sering memanfaatkan ketidaktahuan publik atau sentimen tertentu untuk membangun disinformasi.

Modus yang digunakan pun beragam. Karena itu, masyarakat perlu memverifikasi setiap informasi yang diterima, terutama yang berkaitan dengan kebijakan publik dan program bantuan pemerintah.

Dalam penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, ditemukan beberapa contoh hoaks subsidi yang beredar melalui unggahan di Facebook, di antaranya berupa tautan pendaftaran yang mengarahkan pengguna ke situs tertentu dan meminta data pribadi.

Klaim tautan pendaftaran kupon subsidi BBM Pertalite gratis

Salah satu klaim yang beredar menyebut adanya “link pendaftaran kupon subsidi BBM Pertalite gratis”. Informasi tersebut diunggah oleh sebuah akun Facebook pada Kamis, 7 Mei 2026.

Dalam unggahan itu, narasi menyatakan pemerintah bersama “mitra sosial” menghadirkan program subsidi BBM gratis untuk membantu kebutuhan transportasi dan usaha sehari-hari, disertai ajakan untuk segera mendaftar dan tagar terkait.

Unggahan tersebut menyertakan menu pendaftaran. Saat diklik, tautan mengarah ke situs tertentu yang meminta sejumlah data pribadi, seperti nama lengkap sesuai KTP, provinsi, serta nomor Telegram aktif.

Klaim tautan pendaftaran token dan subsidi listrik gratis dari PLN

Klaim lain yang ditemukan adalah tautan pendaftaran “token dan subsidi listrik gratis dari PLN”. Unggahan ini muncul dari sebuah akun Facebook pada 2 Maret 2026.

Narasi yang beredar menyebut program token dan subsidi listrik gratis sebagai dukungan pemerintah untuk masyarakat Indonesia, disertai imbauan agar mengakses informasi dari sumber resmi, peringatan hoaks, serta klaim “tidak dipungut biaya apa pun”.

Seperti klaim sebelumnya, unggahan ini juga menyertakan menu pendaftaran. Ketika diklik, pengguna diarahkan ke halaman situs tertentu yang meminta identitas, termasuk nama dan nomor Telegram.

Maraknya tautan pendaftaran yang meminta data pribadi menjadi salah satu pola yang perlu diwaspadai. Masyarakat disarankan untuk memeriksa kebenaran informasi dan memastikan akses hanya melalui kanal resmi sebelum mengisi data apa pun.

Upaya verifikasi hoaks

Liputan6.com mengelola Kanal Cek Fakta sejak 2018 untuk memberikan literasi media dan membantu publik memverifikasi informasi. Kanal ini bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) sejak 2 Juli 2018, menjadi partner Facebook, serta bagian dari inisiatif cekfakta.com.

Masyarakat yang ingin menyampaikan informasi terkait dugaan hoaks dapat menghubungi email cekfakta.liputan6@kly.id atau Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670.