Perjalanan KRL 1635B rute Serpong–Tanah Abang mengalami gangguan operasional hingga menyebabkan keterlambatan pada Selasa (12/5/2026). Di tengah sorotan terhadap layanan KRL tersebut, sejumlah informasi keliru atau hoaks terkait KRL Commuter Line tercatat pernah beredar di media sosial.
Salah satu klaim yang sempat muncul adalah narasi bahwa kartu bank elektronik e-money tidak bisa digunakan untuk transaksi tiket KRL Commuter Line. Klaim ini beredar melalui unggahan di media sosial.
Berikut dua contoh hoaks seputar KRL Commuter Line yang pernah beredar:
1. Klaim e-money tidak bisa dipakai membeli tiket KRL mulai 23 April 2025
Informasi yang menyebut kartu e-money Bank Mandiri tidak lagi dapat digunakan untuk transaksi perjalanan Commuter Line beredar di Facebook pada 22 April 2025. Unggahan tersebut menampilkan poster bertajuk “Informasi Penting!” yang menyatakan bahwa mulai 23 April 2025 e-money tidak bisa digunakan untuk transaksi, serta menyarankan alternatif pembayaran seperti KMT, top up melalui loket atau aplikasi C-Acces, QRIS, atau kartu bank lainnya.
Unggahan itu juga disertai pertanyaan dari pengunggah mengenai penyebabnya, serta memicu respons dan komentar dari warganet.
2. Pesan berantai KRL gratis untuk lansia dengan ‘Kartu Lansia’
Hoaks lain yang beredar berupa pesan berantai yang mengklaim penumpang lansia bisa naik Commuter Line secara gratis menggunakan “Kartu Lansia” yang disebut-sebut berasal dari PT Kereta Commuter Indonesia (KCI). Konten ini diunggah salah satu akun Facebook pada 6 Januari 2024.
Dalam pesan tersebut, dicantumkan syarat seperti usia 60 tahun ke atas, memiliki KTP dan KK, mengisi formulir, serta foto terbaru. Pesan itu juga memuat langkah pendaftaran melalui situs resmi KCI (tautan tidak tersedia), manfaat perjalanan gratis, dan informasi masa berlaku kartu selama lima tahun, lengkap dengan rujukan call center.
Sejumlah klaim seperti di atas menjadi contoh informasi yang beredar di media sosial dan perlu diverifikasi sebelum dipercaya atau dibagikan kembali.
Upaya literasi untuk melawan hoaks juga dilakukan melalui kanal cek fakta yang memverifikasi informasi yang beredar, termasuk isu-isu terkait layanan transportasi publik seperti KRL Commuter Line.