Hoaks Sinyal 5G Disebut Penyebab Cuaca Panas di Eropa, Ini Bantahannya

Hoaks Sinyal 5G Disebut Penyebab Cuaca Panas di Eropa, Ini Bantahannya

Narasi yang menyebut jaringan komunikasi 5G sebagai penyebab cuaca panas di Eropa kembali beredar di media sosial. Klaim tersebut dibagikan oleh sejumlah pengguna Facebook pada awal Juli 2026.

Dalam unggahan itu, panas ekstrem di Eropa diklaim bukan dipicu perubahan iklim atau emisi karbon. Narasi tersebut juga menyebut isu perubahan iklim sebagai agenda elite global, bahkan mengaitkan pembahasan emisi karbon dengan upaya menaikkan pajak.

Namun, klaim tersebut dinilai sebagai hoaks. Para ilmuwan yang memiliki keahlian di bidang perubahan iklim dan medan elektromagnetik membantah anggapan bahwa sinyal 5G dapat menyebabkan cuaca panas di Eropa.

Menurut penjelasan para ahli, gelombang 5G terlalu lemah untuk memanaskan atmosfer, apalagi sampai memengaruhi cuaca dalam skala kawasan seperti Eropa.

Catatan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga menyebut paparan gelombang radio dari teknologi nirkabel seperti 5G hanya dapat menyebabkan kenaikan suhu tubuh, dan dampaknya masih dapat diabaikan. Dampak tersebut tidak sampai menimbulkan pemanasan lingkungan dalam skala besar.

Karena itu, narasi yang mengaitkan sinyal 5G dengan cuaca panas di Eropa dinilai menyesatkan dan bernuansa teori konspirasi.