Informasi palsu atau hoaks yang mencatut bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) kembali marak beredar di media sosial. Sejumlah unggahan menampilkan tautan pendaftaran yang diklaim sebagai akses untuk mendapatkan bantuan, mulai dari bansos untuk balita hingga rekrutmen pendamping sosial PKH.
Dalam temuan Cek Fakta Liputan6.com, tautan-tautan tersebut umumnya mengarahkan pengguna ke situs yang menampilkan formulir digital dan meminta data pribadi. Data yang diminta antara lain nama lengkap, nomor WhatsApp, hingga nomor Telegram.
Berikut rangkuman tiga klaim hoaks yang mencatut PKH dan beredar melalui unggahan di Facebook.
1. Klaim link pendaftaran bansos untuk balita
Cek Fakta Liputan6.com menemukan unggahan Facebook tertanggal 22 Juli 2026 yang menyebut adanya “bantuan untuk balita” melalui PKH. Unggahan itu disertai poster bertuliskan “Program Keluarga Harapan” dan mencantumkan nominal bantuan Rp750.000 yang diklaim cair setiap tiga bulan, termasuk rincian untuk satu hingga dua anak balita.
Unggahan tersebut juga menyertakan tautan pendaftaran. Saat tautan dibuka, pengguna diarahkan ke halaman situs berisi formulir yang meminta data pribadi, seperti nama lengkap dan nomor Telegram aktif.
2. Klaim link pendaftaran rekrutmen pendamping PKH 2026
Hoaks lain yang ditemukan adalah unggahan Facebook pada 27 Juli 2026 yang mengklaim adanya rekrutmen pendamping sosial PKH untuk tahun 2026. Unggahan itu menyebut pendaftaran dilakukan secara online melalui tautan tertentu.
Poster yang menyertai unggahan menampilkan klaim “rekrutmen besar-besaran” pendamping sosial PKH seluruh Indonesia, termasuk penyebutan 1.773 formasi dan berbagai keuntungan seperti gaji pokok, tunjangan, bonus, serta insentif.
Tautan yang dicantumkan mengarah ke situs dengan formulir digital yang meminta data pribadi, antara lain nama lengkap sesuai KTP dan nomor Telegram aktif.
3. Klaim link pendaftaran bansos PKH 2026 Rp1,7 juta per orang
Cek Fakta Liputan6.com juga mendapati unggahan Facebook pada 20 Juni 2026 yang mengklaim adanya pendaftaran bansos PKH 2026 sebesar Rp1.700.000 per orang. Unggahan itu menyebut bantuan akan “merata untuk masyarakat Indonesia” dan mengajak pengguna untuk mendaftar melalui tautan yang disediakan.
Saat tautan diklik, pengguna diarahkan ke halaman situs yang menampilkan formulir dan meminta data pribadi, seperti nama lengkap hingga nomor WhatsApp.
Rangkaian temuan ini menunjukkan pola serupa: unggahan hoaks mencatut nama PKH dan menyertakan tautan pendaftaran yang berujung pada permintaan data pribadi melalui formulir digital.