Hoaks Pendaftaran Magang Nasional Beredar di Medsos, Warganet Diimbau Waspada Tautan Minta Data Pribadi

Hoaks Pendaftaran Magang Nasional Beredar di Medsos, Warganet Diimbau Waspada Tautan Minta Data Pribadi

Sejumlah hoaks terkait program Magang Nasional kembali beredar di media sosial. Informasi menyesatkan itu antara lain mengatasnamakan pendaftaran Magang Nasional 2026, termasuk yang mencatut Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas), serta klaim pendaftaran Magang Nasional 2026 Angkatan 2.

Dalam unggahan-unggahan tersebut, pelaku menyertakan tautan pendaftaran yang ketika diklik mengarah ke halaman situs berisi formulir digital. Pengguna kemudian diminta mengisi data pribadi, seperti nama lengkap hingga nomor Telegram aktif.

Berikut rangkuman sejumlah hoaks yang beredar:

1. Klaim link pendaftaran Magang Nasional 2026 di Kemenimipas
Sebuah unggahan Facebook pada 19 Juli 2026 menampilkan narasi soal persyaratan Program Pemagangan Nasional (PMN) 2026 dan menyertakan poster bertuliskan “Program Magang Nasional 2026 di Kemenimipas Resmi Dibuka!”. Unggahan itu juga dilengkapi tautan pendaftaran yang mengarah ke formulir dan meminta data pribadi, termasuk nomor Telegram.

2. Klaim link pendaftaran Magang Nasional 2026 Angkatan 2
Unggahan Facebook pada 16 Juli 2026 menyebut Magang Nasional 2026 Angkatan 2 “segera dibuka” dengan klaim gaji magang hingga Rp5,5 juta, peluang “langsung diangkat kerja” Rp7 juta, penempatan seluruh Indonesia, serta kuota puluhan ribu peserta. Dalam unggahan terdapat menu “daftar segera” yang mengarahkan pengguna ke sebuah tautan berisi formulir digital dan permintaan data pribadi seperti nama sesuai KTP dan nomor Telegram aktif.

3. Klaim tautan pendaftaran magang Kemnaker 2025
Hoaks lain beredar melalui Facebook pada 8 Oktober 2025. Unggahan itu memuat klaim “Kemnaker buka 20 ribu kuota Magang Nasional ‘Siap Kerja’” beserta syarat peserta, lalu menyertakan tautan pendaftaran. Saat menu pendaftaran diklik, pengguna diarahkan ke halaman formulir digital yang meminta data pribadi, termasuk nomor Telegram.

Masyarakat diimbau berhati-hati terhadap unggahan yang menawarkan pendaftaran program magang melalui tautan tidak jelas, terutama bila meminta data pribadi. Warganet juga disarankan memeriksa kebenaran informasi sebelum mengisi formulir atau membagikan tautan yang beredar di media sosial.