Informasi palsu terkait pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2026 kembali beredar di media sosial. Salah satu yang terbaru adalah hoaks yang mengatasnamakan pendaftaran CPNS di Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
Dalam unggahan yang beredar, warganet diarahkan mengklik tautan pendaftaran yang bukan berasal dari sumber resmi. Tautan tersebut, ketika dibuka, mengarah ke halaman yang meminta data pribadi, seperti nama dan nomor telepon.
Masyarakat diimbau berhati-hati terhadap tautan atau link yang disertakan dalam informasi pendaftaran CPNS, terutama yang beredar melalui akun media sosial dan meminta pengisian data pribadi. Sejumlah klaim hoaks terkait pendaftaran CPNS 2026 telah diverifikasi kebenarannya melalui penelusuran.
Hoaks tautan pendaftaran CPNS Kemenhub 2026
Hoaks pendaftaran CPNS Kemenhub 2026 ditemukan muncul melalui unggahan sejumlah akun TikTok. Konten tersebut memuat daftar persyaratan, antara lain terbuka untuk laki-laki dan perempuan, lulusan SMA/SMKA/D3/S1–S3, usia 18–45 tahun, sehat jasmani dan rohani, serta penempatan sesuai domisili peserta. Dalam narasi unggahan, warganet diminta mengklik tautan pendaftaran yang dicantumkan pada bagian bio.
Hoaks link pendaftaran CPNS Bea Cukai periode April–Mei 2026
Klaim serupa juga beredar mengatasnamakan pendaftaran CPNS Bea Cukai Kementerian Keuangan untuk periode 16 April hingga 27 Mei 2026. Informasi itu diunggah melalui TikTok dan disertai poster bertuliskan “Pendaftaran CPNS Kementerian Keuangan Bea Cukai Tahun 2026” serta keterangan “Khusus lulusan SMA 16 April–27 Mei 2026.”
Unggahan tersebut turut mengarahkan pengguna ke tautan tertentu di bio profil. Saat tautan diklik, pengguna dibawa ke halaman situs berisi formulir digital yang meminta data pribadi, termasuk nama lengkap sesuai KTP dan nomor Telegram.
Tidak benar link pendaftaran CPNS Kejaksaan 2026
Selain TikTok, hoaks pendaftaran CPNS 2026 juga beredar di Facebook. Salah satu unggahan pada 28 April 2026 mengklaim “resmi dibuka” pendaftaran CPNS Kejaksaan RI tahun 2026, disertai daftar persyaratan umum dan ajakan mendaftar melalui tautan yang tersedia.
Menu pendaftaran pada unggahan tersebut mengarah ke halaman situs yang menampilkan formulir digital dan meminta data pribadi, seperti nama lengkap sesuai KTP dan nomor Telegram.
Maraknya tautan pendaftaran yang mengatasnamakan instansi pemerintah ini menjadi pengingat agar masyarakat lebih waspada terhadap informasi rekrutmen CPNS yang beredar di media sosial, terutama yang menyertakan link tidak resmi dan meminta data pribadi.