Klaim tentang bantuan pupuk bersubsidi dari Kementerian Pertanian (Kementan) beredar melalui sejumlah unggahan di media sosial pada pertengahan Juli 2026. Dalam unggahan tersebut, warganet diarahkan untuk mengeklik tautan yang disebut sebagai akses pendaftaran program bantuan pupuk.
Namun, informasi itu dipastikan tidak benar. Narasi yang beredar merupakan hoaks dan diduga menjadi bagian dari modus penipuan.
Hasil penelusuran menunjukkan tautan yang dibagikan tidak mengarah ke situs resmi Kementan maupun instansi pemerintah lainnya. Alih-alih, tautan tersebut membawa pengguna ke situs yang meminta data pribadi.
Masyarakat diimbau tidak memasukkan atau membagikan data apa pun melalui tautan tersebut. Modus semacam ini termasuk phishing, yakni upaya memancing korban menyerahkan data pribadi dengan iming-iming hadiah atau bantuan.
Kementan juga menegaskan tidak ada pendaftaran bantuan alat dan mesin pertanian, pupuk, pestisida, maupun program lainnya melalui tautan yang beredar tersebut. Publik diminta tetap waspada dan tidak mudah percaya pada penawaran yang mencatut nama Kementan.