Jakarta — Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Media, Hasan Nasbi, mengajak masyarakat memeriksa kebenaran informasi yang berpotensi memicu ketakutan, di tengah beredarnya isu mengenai potensi gangguan keamanan.
Pernyataan itu disampaikan Hasan menanggapi isu tentang sejumlah pusat perbelanjaan di Jakarta dan Surabaya yang dipasangi pagar karena diduga terkait ancaman keamanan. Ia meminta publik tidak memperbesar kabar negatif dan mendorong klarifikasi terhadap informasi yang menebar ketakutan.
“Jadi kita jangan memperbesar berita-berita yang tidak baik. Berita-berita yang menebar ketakutan itu sebaiknya diklarifikasi juga. Nah teman-teman wartawan kan bisa cek sendiri. Bisa bikin cek fakta benar nggak 'fear monger' yang sedang beredar itu,” kata Hasan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat.
Hasan menilai masyarakat perlu tetap optimistis karena kondisi negara disebutnya dalam keadaan baik dan pemerintah terus menjalankan berbagai program. Ia mencontohkan pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan lebih dari seratus pengurus Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia yang berlangsung dengan komunikasi dua arah. Dalam pertemuan itu, Hasan mengatakan masukan dari pelaku usaha diterima dengan baik oleh Presiden.
“Tanya-jawab dengan presiden, masukan-masukan mereka sangat konstruktif, diterima dengan baik oleh presiden. Dan nggak ada alasan buat kita nggak maju,” ujarnya.
Selain itu, Hasan membantah anggapan adanya represi digital dari pemerintah. Menurut dia, kritik terhadap pemerintah masih disampaikan setiap hari.
“Di mana ada represi digital? Tiap hari ada kritikan kok. Nggak ada represi digital. Nggak ada,” tegasnya.
Sebelumnya, di media sosial ramai dibicarakan sejumlah pusat perbelanjaan di berbagai daerah, termasuk Surabaya dan Jakarta, serentak memasang pagar. Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) menyatakan pemasangan pagar di pusat perbelanjaan, termasuk di wilayah Jakarta, merupakan upaya menciptakan ketertiban umum.
“Jika sekarang ada beberapa pusat perbelanjaan yang baru mulai memasang pagar adalah lebih dikarenakan untuk kepentingan ketertiban saja,” kata Ketua Umum APPBI Alphonzus Widjaja saat dihubungi di Jakarta, Jumat.
Alphonzus menambahkan, pemasangan pagar bukan hal baru karena banyak pusat perbelanjaan sejak dibangun sudah dilengkapi pagar. Ia menyebut pagar juga berfungsi sebagai pembatas antara area pusat perbelanjaan dan ranah publik, termasuk dalam konteks penyampaian pendapat di muka umum.
“Ada juga pusat perbelanjaan yang berlokasi di mana sering dilintasi ataupun berdekatan dengan lokasi demonstrasi yang mana juga pengelola memerlukan batas ataupun perimeter yang jelas untuk kepentingan ketertiban,” ucapnya.