JAKARTA — Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi, Hasan Nasbi, meminta kabar mengenai dugaan gangguan keamanan yang dikaitkan dengan pemasangan pagar di sejumlah mal untuk dicek langsung di lapangan. Ia mengingatkan publik agar tidak memperbesar informasi yang berpotensi menebar ketakutan.
Pernyataan itu disampaikan Hasan di Kompleks Kepresidenan, Jakarta, Jumat, 31 Juli, saat ditanya mengenai mal di Jakarta dan Surabaya yang dipagar karena isu gangguan keamanan.
“Kita doakan bangsa kita aman. Jadi kita jangan memperbesar berita-berita yang tidak baik,” kata Hasan.
Menurut Hasan, informasi yang menimbulkan kekhawatiran perlu diklarifikasi. Ia meminta wartawan melakukan pengecekan fakta untuk memastikan apakah isu tersebut benar terjadi atau hanya ketakutan yang beredar.
“Berita-berita yang menebar ketakutan itu sebaiknya diklarifikasi juga,” ujarnya.
Hasan mengatakan wartawan dapat memeriksa langsung kondisi di lapangan. “Teman-teman wartawan kan bisa cek sendiri. Bisa bikin cek fakta benar nggak fear monger yang sedang beredar itu,” kata dia.
Hasan juga menilai kondisi negara saat ini dalam keadaan baik. Ia menyebut pemerintah sedang bekerja cepat dan baru saja berdiskusi dengan lebih dari seratus pengurus Kadin. Menurutnya, pertemuan tersebut berlangsung dua arah, di mana para pengusaha menyampaikan masukan dan Presiden Prabowo Subianto menerima masukan itu dengan baik.
“Komunikasi dua arah. Tanya-jawab dengan Presiden, masukan-masukan mereka sangat konstruktif, diterima dengan baik oleh Presiden,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Hasan membantah adanya represi digital oleh pemerintah. “Di mana ada represi digital? Tiap hari ada kritikan kok. Nggak ada represi digital,” kata Hasan. Ia menegaskan pemerintah tidak melakukan represi digital. “Nggak ada,” ujarnya.