Harga Tanaman Naik, Sejumlah Program Penataan Ruang Terbuka Hijau di Mimika Baru Ditunda

Harga Tanaman Naik, Sejumlah Program Penataan Ruang Terbuka Hijau di Mimika Baru Ditunda

Distrik Mimika Baru menghadapi kendala dalam upaya penataan ruang terbuka hijau (RTH) menyusul kenaikan harga tanaman. Kepala Distrik Mimika Baru, Merlyn Temorubun, mengatakan sejumlah program penataan lingkungan terpaksa dihentikan sementara karena lonjakan harga tanaman, terutama lidah mertua yang selama ini dimanfaatkan untuk membantu menekan polusi udara.

Merlyn menyebut harga lidah mertua yang sebelumnya sekitar Rp70 ribu per tanaman kini meningkat menjadi Rp150 ribu. Kondisi tersebut membuat pemerintah distrik perlu melakukan penyesuaian terlebih dahulu, termasuk terkait anggaran dan harga tanaman di pasaran.

“Jadi bukan cuma bahan bangunan atau bahan pokok, tapi harga bunga juga naik. Sementara ini yang kami lakukan adalah penyesuaian harga dulu,” ujar Merlyn saat diwawancarai, Kamis (28/05/2026).

Meski ada penundaan pada beberapa program, Merlyn menegaskan penataan kawasan RTH tetap berjalan sambil menunggu penyesuaian anggaran dan stabilisasi harga tanaman. Distrik Mimika Baru juga berencana melanjutkan penataan di sejumlah titik strategis, termasuk area sekitar Petrosea dan beberapa ruang terbuka lainnya, agar tampilan kota terlihat lebih seragam dan rindang.

Di sisi lain, Merlyn menjelaskan beberapa titik RTH masih berada di bawah pengelolaan organisasi perangkat daerah (OPD) lain. Karena itu, pemerintah distrik perlu berkoordinasi terlebih dahulu sebelum melakukan intervensi penataan lebih lanjut.

“Kita cari bunga-bunga atau tanaman yang bisa bikin rindang di situ. Jadi hal-hal sederhana yang bisa distrik lakukan, kita lakukan dulu,” kata Merlyn.