Harga durian di sejumlah sentra produksi Vietnam dilaporkan jatuh ke level terendah, seiring masuknya musim panen utama dan tersendatnya proses pengujian untuk kebutuhan ekspor. Kondisi ini membuat petani kesulitan menjual hasil panen, bahkan terancam merugi karena harga jual berada di bawah biaya produksi.
Di komune Cai Lay, Provinsi Dong Thap, petani Le Thai Huan mengatakan harga durian Ri6 yang dibeli pedagang di kebun kini hanya sekitar 25.000–30.000 VND per kilogram untuk pembelian selektif. Jika pedagang membeli satu kebun sekaligus, harganya bahkan disebut kurang dari 20.000 VND per kilogram. Menurutnya, biaya produksi hampir mencapai 40.000 VND per kilogram, sehingga harga saat ini menyebabkan kerugian besar.
Situasi serupa juga terjadi di wilayah Dataran Tinggi Tengah. Tran Van Ngoc, pemilik kebun durian di Dak Lak, menyebut durian kelas satu dengan buah seragam hanya dibeli pada kisaran 35.000–50.000 VND per kilogram, meski musim panen baru dimulai. Ia mengaku ragu menjual hasil kebun seluas lebih dari 3 hektare karena harga rendah, sementara hujan dan angin beberapa hari terakhir membuat banyak buah jatuh. Setelah dihitung bersama biaya tenaga kerja, pupuk, dan pestisida, ia memperkirakan musim ini tidak memberi keuntungan, bahkan bisa merugi jika harga terus turun.
Untuk menekan kerugian, di beberapa provinsi dan kota seperti Dong Thap, Tay Ninh, dan Can Tho, sejumlah pemilik kebun disebut menerima penjualan borongan seluruh kebun pada harga 18.000–20.000 VND per kilogram. Sebagian petani juga memanen sendiri dan membawa durian ke jalan raya untuk dijual kepada pengguna jalan, namun penjualan tetap sulit karena minimnya pembeli.
Ketua Asosiasi Durian Provinsi Dong Thap, Vo Tan Loi, menilai harga durian “sedang berada di titik terendah” dan penjualan makin sulit akibat peningkatan pasokan. Saat ini, kawasan Delta Mekong seperti Dong Thap dan Tay Ninh memasuki musim panen utama. Dong Thap tercatat memiliki lebih dari 32.000 hektare lahan durian, dengan perkiraan produksi 111.200 ton pada Mei dan Juni 2026. Pada saat yang sama, wilayah penghasil besar lain seperti Dataran Tinggi Tengah dan Tenggara juga mulai panen.
Dari sisi pasar, Departemen Produksi Tanaman dan Perlindungan Tanaman di bawah Kementerian Pertanian dan Lingkungan Hidup menyatakan ekspor durian sangat bergantung pada beberapa pasar, terutama Tiongkok. Dalam empat bulan pertama tahun ini, ekspor buah dan sayur Vietnam mencapai sekitar US$2,06 miliar, dengan pasar Tiongkok menyumbang lebih dari 50%. Ketika pasar tersebut memperketat standar atau mengurangi impor, harga komoditas buah dan sayur di dalam negeri dapat terdampak signifikan.
Pelaku usaha ekspor durian di Delta Mekong menyebut penurunan tajam harga terutama dipicu hambatan dalam proses pengujian untuk ekspor. Sejumlah laboratorium pengujian di Delta Mekong dilaporkan tutup atau membatasi penerimaan sampel. Kondisi itu dikaitkan dengan belum adanya kesepahaman hasil antara laboratorium pengujian di Vietnam yang diakui Tiongkok dan unit inspeksi pasca-ekspor di Tiongkok. Akibatnya, pelaku usaha cenderung menahan pembelian, sementara petani berada dalam posisi sulit di tengah panen puncak.
Selain faktor pasokan dan inspeksi, sejumlah ahli pertanian menilai masalah lain yang ikut menekan harga adalah kurangnya transparansi produksi dan ketelusuran. Di berbagai daerah, ketelusuran durian disebut terhambat oleh prosedur yang tidak konsisten, data yang terputus, informasi yang terfragmentasi antar-tingkatan, serta keterbatasan pemahaman produsen terhadap metode manajemen digital. Di beberapa tempat, juga disebut adanya praktik “meminjam” kode area penanaman untuk mempermudah prosedur ekspor, data produksi yang tidak sinkron, dan pengendalian mutu yang belum cukup ketat.
Merespons situasi tersebut, para pemimpin daerah meminta instansi terkait segera memeriksa kode area penanaman dan kode pengemasan guna mengendalikan kualitas, terutama terkait kadar kadmium, sekaligus mengelola volume produksi. Pemerintah daerah juga didorong memperkuat koneksi konsumsi domestik dan mendorong pengolahan untuk mengurangi tekanan pada produksi segar.
Wakil Ketua Komite Rakyat Provinsi Dong Thap, Nguyen Phuoc Thien, mengatakan pemerintah provinsi telah meminta Kementerian Pertanian dan Lingkungan Hidup untuk mengarahkan pusat-pusat pengujian yang disetujui Tiongkok agar meningkatkan kapasitas pengujian durian. Selain itu, pemerintah daerah juga mendorong pembahasan dengan Administrasi Umum Bea Cukai Tiongkok untuk mempertimbangkan mekanisme pasca-inspeksi yang sesuai, serta mempercepat penilaian dan persetujuan akreditasi laboratorium pengujian yang memenuhi syarat di provinsi tersebut guna menambah kapasitas pengujian untuk ekspor durian dan buah-buahan lainnya.
Di tingkat pusat, Kementerian Pertanian dan Lingkungan Hidup menyatakan fokus pada pengendalian kualitas dan memastikan transparansi di seluruh rantai produksi. Program percontohan pelacakan asal-usul durian telah diterapkan sejak 1 Januari 2026 dan ditargetkan berlaku nasional mulai 1 Juli 2026. Sistem ini dirancang untuk mengelola proses dari budidaya dan panen hingga pengemasan dan ekspor, dengan tujuan menjaga stabilitas ekspor, mempertahankan pangsa pasar, dan meningkatkan daya saing.
Kementerian juga membimbing daerah penghasil durian untuk mematuhi standar VietGAP dan program Pengelolaan Kesehatan Tanaman Terpadu (IPHM) guna mengurangi risiko terkait residu dan meningkatkan kemampuan memenuhi persyaratan pasar impor. Bersamaan dengan itu, pengawasan terhadap kode area budidaya dan fasilitas pengemasan diperkuat untuk membatasi pelanggaran aturan ekspor.