Gemological Institute of America (GIA) menandatangani perjanjian definitif untuk mengakuisisi 30% saham pada Tracr, platform blockchain yang dikembangkan oleh De Beers Group. Kesepakatan yang diumumkan pada 9 Juni 2026 ini disebut menjadi tonggak pengembangan Tracr sebagai platform independen berbasis industri untuk pelacakan asal-usul (provenance) berlian alami secara global.
Melalui investasi tersebut, Tracr dinilai semakin menguat sebagai infrastruktur utama dalam sistem transparansi dan ketertelusuran rantai pasok berlian, dari tambang hingga konsumen akhir. Langkah ini juga melanjutkan kerja sama yang telah terjalin sejak 2023, ketika data provenance berlian mulai diintegrasikan ke dalam laporan penilaian berlian GIA.
Dengan masuknya GIA sebagai pemegang saham, Tracr diharapkan kian kredibel sebagai standar industri dalam verifikasi asal-usul berlian. CEO De Beers Group, Al Cook, menyatakan konsumen berhak mengetahui asal-usul berlian yang dibeli. Menurutnya, keterbukaan data melalui Tracr akan menjadi standar baru dalam industri berlian global.
“Penyediaan data provenance harus menjadi standar industri. Kami bangga dapat bekerja sama dengan GIA dalam menjadikan Tracr sebagai platform independen yang dimiliki bersama,” ujar Al Cook.
Presiden dan CEO GIA, Pritesh Patel, mengatakan kolaborasi ini memperkuat misi GIA dalam membangun kepercayaan dan integritas di industri perhiasan. Ia menilai kombinasi teknologi blockchain Tracr dan keahlian GIA dalam penilaian berlian dapat membuka tingkat transparansi baru yang lebih dapat diverifikasi.
CEO Tracr, Jillian Wolk, menambahkan investasi GIA menjadi langkah awal penting dalam evolusi Tracr menuju platform independen yang lebih terbuka bagi produsen berlian di seluruh dunia. Ia menyebut setiap berlian memiliki cerita unik yang dapat ditelusuri dari asal hingga proses pembentukannya, dan Tracr ditujukan untuk menghadirkan transparansi tersebut kepada konsumen.
Tracr dikembangkan De Beers sejak 2018 dan telah berkembang menjadi platform blockchain berlian terdesentralisasi yang mencatat asal-usul batu sejak tahap awal penambangan. Hingga kini, lebih dari lima juta berlian mentah telah terdaftar dalam sistem tersebut, mencakup sekitar dua pertiga produksi De Beers berdasarkan nilai.
Sejak Januari 2025, data negara asal berlian juga tersedia di platform itu untuk seluruh berlian De Beers berukuran satu karat ke atas. Investasi GIA ini dipandang sebagai dorongan bagi arah industri berlian global yang lebih transparan, terverifikasi, dan berorientasi pada kepercayaan konsumen.