Gapembi DIY Sambut Sudaryono Pimpin BGN, Dorong Reformasi Tata Kelola Program Makan Bergizi Gratis

Gapembi DIY Sambut Sudaryono Pimpin BGN, Dorong Reformasi Tata Kelola Program Makan Bergizi Gratis

JOGJA — DPW Gabungan Pengusaha Makanan Bergizi Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (Gapembi DIY) menyambut penunjukan Wakil Menteri Pertanian Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru. Gapembi DIY menilai pergantian kepemimpinan ini menjadi momentum strategis untuk membenahi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar lebih profesional, transparan, dan berpihak pada mitra pelaksana di daerah.

Ketua DPW Gapembi DIY Nurcholis Suharman berharap kepemimpinan baru di BGN dapat menghadirkan perubahan nyata, terutama dalam membangun pola komunikasi yang lebih terbuka dengan para mitra pelaksana MBG. Menurutnya, pergantian pimpinan tidak boleh dipandang sebatas pergantian figur, melainkan titik awal perbaikan sistem kerja yang mampu mengakomodasi aspirasi seluruh pihak yang terlibat.

“Program MBG merupakan salah satu program strategis nasional yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat,” ujar Nurcholis didampingi Sekretaris DPW Gapembi DIY Dharwin Mula Regar, Kamis (23/7/2026). Ia menambahkan, tata kelola program perlu terus diperbaiki agar semakin efektif, akuntabel, dan memberikan kepastian bagi mitra yang selama ini terlibat dalam pelaksanaan program.

Penunjukan Sudaryono dilakukan setelah Kepala BGN sebelumnya, Nanik S. Deyang, mengundurkan diri dengan alasan kesehatan. Seiring pergantian tersebut, BGN juga melakukan penguatan organisasi melalui pengisian sejumlah jabatan strategis di tingkat pimpinan tinggi madya. Gapembi DIY memandang restrukturisasi ini sebagai peluang untuk memperkuat kelembagaan BGN serta meningkatkan kualitas pelayanan dan koordinasi dengan para pemangku kepentingan.

Nurcholis menekankan, mitra penyelenggara MBG selama ini memiliki kontribusi besar dalam memastikan program berjalan hingga tingkat lapangan. Karena itu, ia mendorong agar ke depan mitra tidak hanya diposisikan sebagai pelaksana teknis, tetapi juga dilibatkan dalam proses pengambilan kebijakan.

Menurut Nurcholis, berbagai kebijakan terkait sistem kemitraan, pola pembayaran, perubahan regulasi, hingga kebijakan operasional perlu dibahas secara terbuka bersama mitra yang terdampak. “Keberhasilan MBG tidak mungkin dicapai tanpa dukungan para mitra. Karena itu, komunikasi dua arah harus diperkuat. Setiap kebijakan strategis idealnya dikonsultasikan terlebih dahulu agar implementasinya berjalan lebih baik dan tidak menimbulkan persoalan di lapangan,” katanya.

Ia menilai keterlibatan mitra sejak tahap perencanaan dapat membantu pemerintah memperoleh masukan yang lebih komprehensif sehingga kebijakan yang dihasilkan lebih tepat sasaran.

Sekretaris DPW Gapembi DIY Dharwin Mula Regar menambahkan, kepemimpinan baru BGN diharapkan membawa semangat baru dalam memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pelaku usaha yang terlibat dalam Program MBG. Regar menilai pengalaman Sudaryono di pemerintahan dapat menjadi modal untuk membangun sinergi yang lebih kuat dalam menjalankan program tersebut.

“Program sebesar MBG membutuhkan koordinasi yang solid. Kami berharap kepemimpinan baru mampu membuka ruang dialog yang lebih luas sehingga berbagai persoalan di daerah dapat ditangani secara cepat dan tepat,” ujar Regar. Ia menegaskan, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh kekuatan anggaran, melainkan juga kemampuan membangun kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan.

Di sisi lain, Gapembi DIY mengakui Program Makan Bergizi Gratis menghadapi tantangan yang semakin kompleks, baik dari persoalan teknis dan operasional di lapangan maupun kritik serta perdebatan di ruang publik. Karena itu, Nurcholis menilai BGN perlu memperkuat strategi komunikasi publik dan meningkatkan transparansi dalam setiap pengambilan keputusan untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap program prioritas tersebut.

“Ketika komunikasi berjalan baik dan seluruh pihak merasa dilibatkan, maka dukungan terhadap program juga akan semakin kuat. Transparansi menjadi kunci untuk membangun kepercayaan publik,” tegas Nurcholis. Ia juga menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor—mulai dari pemerintah, pelaku usaha, akademisi, organisasi masyarakat, hingga komunitas lokal—agar manfaat program benar-benar dirasakan masyarakat.

Meski mendorong perbaikan, Gapembi DIY menyatakan tetap berkomitmen mendukung penuh keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis sebagai investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. “Kami mendukung penuh Program MBG karena manfaatnya sangat besar bagi masa depan bangsa,” kata Nurcholis. Namun, ia menambahkan, dukungan itu akan semakin kuat apabila kemitraan dibangun secara sehat, transparan, saling menghargai, dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan dalam setiap kebijakan strategis.

Dengan kepemimpinan baru di BGN, Gapembi DIY berharap pengelolaan Program Makan Bergizi Gratis memasuki babak baru yang lebih profesional, adaptif, dan mampu menjawab tantangan di lapangan melalui sinergi antarpihak.