Pekanbaru — Gerakan Aliansi Mahasiswa Pecinta Unilak (GAMPU) menggelar aksi damai di lingkungan Universitas Lancang Kuning (Unilak), Pekanbaru, Rabu (6/5) siang. Aksi berlangsung tertib dan disebut sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap kondisi serta masa depan kampus.
Dalam aksi tersebut, GAMPU menyatakan gerakan mereka lahir dari tanggung jawab moral mahasiswa untuk menyampaikan berbagai keresahan yang berkembang di lingkungan kampus. Isu yang disoroti antara lain terkait pembangunan, biaya pendidikan, hingga transparansi kebijakan kampus.
Mahasiswa menegaskan penyampaian aspirasi dilakukan dengan mengedepankan dialog yang santun dan komunikasi terbuka, serta tidak bertujuan memperkeruh suasana.
Sejumlah tuntutan disampaikan kepada pihak rektorat, di antaranya permintaan penjelasan terbuka mengenai pembangunan kampus, biaya wisuda, kebijakan SPP, serta transparansi penggunaan anggaran. Mahasiswa juga mendorong agar persoalan yang berkembang diselesaikan secara objektif, tepat, dan sesuai aturan yang berlaku.
Selain itu, mahasiswa meminta pihak kampus mengambil langkah nyata untuk menjaga nama baik Universitas Lancang Kuning dari berbagai isu liar yang beredar di masyarakat maupun media sosial.
Jenderal Lapangan GAMPU, Munawar Harahap, menyampaikan apresiasi atas jalannya aksi yang kondusif dan sambutan pihak kampus. Ia menyebut aspirasi mahasiswa diterima oleh perwakilan rektorat, yakni Wakil Rektor III Unilak, Dr. Hardi, SE., MM.
Munawar menilai aksi tersebut menunjukkan masih terbukanya ruang dialog antara mahasiswa dan pihak kampus. Ia menyatakan GAMPU hadir untuk menyampaikan aspirasi dan berharap persoalan yang berkembang dapat segera memperoleh penyelesaian yang jelas.
Di hadapan mahasiswa, Wakil Rektor III Unilak, Dr. Hardi, menyampaikan klarifikasi secara terbuka dan menyatakan komitmen rektorat untuk menindaklanjuti persoalan yang menjadi perhatian mahasiswa. Pihak rektorat juga menyampaikan komitmen menjaga dan membersihkan nama baik Unilak dari isu liar di ruang publik.
Pernyataan tersebut disambut positif oleh mahasiswa sebagai langkah awal membangun keterbukaan dan kepercayaan antara mahasiswa dan pihak kampus.
Munawar juga menegaskan bahwa pernyataan resmi dirinya hanya disampaikan melalui forum aksi maupun rilis resmi GAMPU. Ia menyebut bila ada pernyataan lain yang mengatasnamakan dirinya di luar jalur resmi, hal itu bukan bagian dari sikap resmi gerakan.
Ia turut menekankan bahwa aksi tersebut merupakan gerakan murni mahasiswa dan menjadi aksi jilid pertama GAMPU. Menurutnya, gerakan mahasiswa harus dipandang sebagai gerakan moral untuk menjaga marwah kampus, bukan gerakan yang dibangun atas provokasi maupun asumsi yang tidak utuh.
GAMPU menilai aksi damai ini menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi antara mahasiswa dan pihak kampus. Mahasiswa berharap komitmen yang disampaikan rektorat dapat diwujudkan melalui langkah nyata, sehingga persoalan yang berkembang dapat diselesaikan dan nama Universitas Lancang Kuning tetap terjaga di tengah masyarakat.