Foto-foto yang beredar di media sosial dan dinarasikan sebagai aksi unjuk rasa di Aceh dan Papua pada Sabtu (15/8/2026) dipastikan tidak sesuai konteks. Hasil penelusuran menunjukkan gambar yang dibagikan merupakan dokumentasi peristiwa lama.
Dalam unggahan yang tersebar, demonstran di Aceh tampak membentangkan bendera Bulan Bintang dan spanduk bertuliskan “Aceh Melawan”. Sementara itu, pada foto lain yang diklaim dari Papua, massa terlihat membawa bendera Bintang Kejora. Narasi yang menyertai unggahan menyebut Aceh dan Papua “bergejolak” dan menggambarkan eskalasi serentak di kedua wilayah pada 15 Agustus 2026.
Penelusuran menemukan bahwa foto demonstrasi di Aceh identik dengan gambar yang pernah dimuat dalam artikel Kompas.id tentang aksi damai mahasiswa Aceh pada 16 Juni 2025. Aksi tersebut berlangsung di depan Kantor Gubernur Aceh, Banda Aceh, dengan massa mahasiswa mengenakan almamater kampus masing-masing. Dalam aksi itu, mereka membawa spanduk, termasuk bertuliskan “Aceh Melawan” dan “Referendum”, serta bendera merah bergambar bulan bintang putih.
Aksi mahasiswa tersebut merupakan bentuk protes terhadap keputusan pemerintah pusat yang menetapkan Pulau Mangkir Gadang, Mangkir Ketek, Pulau Panjang, dan Pulau Lipan masuk Provinsi Sumatera Utara.
Sementara itu, foto demonstrasi di Papua yang menampilkan bendera Bintang Kejora ditemukan dalam artikel opini yang dipublikasikan CNN Indonesia pada 22 Agustus 2019. Artikel tersebut membahas sejumlah kerusuhan di Papua menjelang berakhirnya masa jabatan periode kedua Presiden ke-7 Indonesia, Joko Widodo.
Dengan demikian, meski disebutkan bahwa pada 15 Agustus 2026 memang terjadi demonstrasi disertai kericuhan di Aceh dan Papua, foto-foto yang beredar tidak merekam peristiwa pada tanggal tersebut. Foto dari Aceh berasal dari Juni 2025, sedangkan foto dari Papua setidaknya telah beredar sejak Agustus 2019.