Yogyakarta—Forum Komunikasi Komite Madrasah se-DIY menggelar “Workshop Komite DIY” di Aula Lantai 2 MAN 1 Yogyakarta, Selasa (21/7/2026). Kegiatan yang disebut sebagai yang pertama kali diselenggarakan ini mengusung tema “Transparansi dan Akuntabilitas, Wujudkan Tata Kelola Anggaran Komite yang Kredibel dan Berintegritas.”
Workshop dipimpin Hazwan Iskandar Jaya selaku Ketua Forum Komunikasi Komite Madrasah se-DIY sekaligus Ketua Komite MAN 1 Yogyakarta. Sebanyak 50 pengurus komite dari berbagai madrasah di Daerah Istimewa Yogyakarta hadir mengikuti kegiatan tersebut.
Tiga narasumber dihadirkan untuk mengisi materi, yakni Hj. Anita Isdarmini, S.Pd., M.Hum. (Ketua Tim 1 Bidang Penmad Kanwil Kemenag DIY), Saniyyatuz Zulfa (Ketua Tim Keuangan dan BMN Kanwil Kemenag DIY), serta Hazwan Iskandar Jaya.
Dalam keterangannya, Hazwan menilai workshop diperlukan karena praktik pengelolaan anggaran komite di lingkungan madrasah se-DIY belum seragam. Ia menyebut adanya berbagai dinamika yang terjadi, sehingga forum tersebut diharapkan menjadi ruang untuk saling belajar agar pengelolaan anggaran komite selaras dengan peraturan yang berlaku.
Hazwan juga menjelaskan alasan pelaksanaan kegiatan dipusatkan di MAN 1 Yogyakarta. Menurutnya, MAN 1 Yogyakarta sebelumnya telah diaudit oleh BPK RI sehingga dapat menjadi rujukan berbagi praktik baik dalam implementasi tata kelola anggaran komite.
Adapun materi yang disampaikan para narasumber dibagi sesuai bidang masing-masing. Anita Isdarmini membahas regulasi dan kebijakan penggalangan dana pendidikan. Saniyyatuz Zulfa menyampaikan mekanisme serta akuntabilitas penyusunan laporan anggaran komite. Sementara Hazwan memaparkan praktik pengelolaan anggaran komite yang dinilai efektif.
Kepala MAN 1 Yogyakarta, Edi Triyanto, S.Ag., S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa workshop tersebut menjadi sarana silaturahmi bagi pengurus komite madrasah se-DIY sekaligus upaya menyelaraskan pengelolaan anggaran komite di masing-masing madrasah. Ia menambahkan, kegiatan ini juga menjadi ruang berbagi antarkomite dan kesempatan belajar pengelolaan dana komite sesuai regulasi. Dalam konteks itu, Komite MAN 1 Yogyakarta disebut dapat berbagi pengalaman terkait implementasi audit BPK RI yang dilakukan beberapa waktu sebelumnya.