FORDAS Maluku Siap Terlibat dalam Penyusunan RTRW dan Pengelolaan DAS Berkelanjutan

FORDAS Maluku Siap Terlibat dalam Penyusunan RTRW dan Pengelolaan DAS Berkelanjutan

AMBON — Forum Daerah Aliran Sungai (FORDAS) Provinsi Maluku periode 2025–2030 menyatakan komitmennya untuk terus mendukung Pemerintah Provinsi Maluku dalam pengelolaan daerah aliran sungai (DAS) serta pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Salah satu fokus yang akan diperkuat ke depan adalah keterlibatan FORDAS dalam penyusunan rencana tata ruang wilayah. Menurut FORDAS, keberadaan DAS perlu diakomodasi dalam perencanaan pembangunan melalui Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) maupun Rencana Detail Tata Ruang (RDTR).

Pernyataan tersebut disampaikan Ketua FORDAS Maluku, Silwanus M. Talakua, saat bersama jajaran pengurus bersilaturahmi dengan Direktur Ambon Ekspres Nasri Dumula dan Pimpinan Redaksi Hadia Wally di Graha Ambon Ekspres, Selasa (12/5).

Silwanus menjelaskan, FORDAS merupakan forum multi-stakeholder yang melibatkan berbagai instansi pemerintah dan pemangku kepentingan di Provinsi Maluku. Forum ini memiliki tugas mengevaluasi pengelolaan DAS di Maluku, mulai dari aspek tata ruang, kualitas dan kuantitas air, rehabilitasi hutan dan lahan, hingga penguatan kapasitas masyarakat.

“FORDAS nantinya akan mengevaluasi isu-isu strategis serta penguatan masyarakat, sehingga masyarakat dapat hidup lebih baik di wilayah daerah aliran sungai,” kata Silwanus.

Ia menambahkan, pada 2026 FORDAS akan memberi perhatian khusus pada isu strategis terkait dampak musim penghujan dan curah hujan ekstrem terhadap kondisi DAS di Maluku. Evaluasi mencakup dampak pada lahan, seperti erosi dan longsor sebagai bentuk degradasi lahan, serta dampak pada sumber daya air yang dapat memicu banjir dan menurunkan kualitas maupun kuantitas air sungai.

Selain itu, FORDAS juga berencana menggalakkan program strategis yang berkaitan dengan isu kelangkaan air bersih di Maluku. Berdasarkan sejumlah kajian yang disebutkan Silwanus, terdapat kecenderungan defisit sumber air minum bagi masyarakat.

“Karena itu, kami akan mendorong berbagai program penguatan kapasitas masyarakat terhadap DAS melalui kampung iklim dan kampung siaga bencana,” ujarnya.

Ke depan, FORDAS juga merencanakan pelatihan dan sosialisasi bagi masyarakat desa serta aparat pemerintahan desa. Pelatihan ini ditujukan agar program pembangunan desa dapat selaras dan mendukung pengelolaan DAS yang bersih serta berkelanjutan.

“Pelatihan ini direncanakan untuk masyarakat desa termasuk aparat pemerintah desa, sehingga program mereka dapat mendukung pengelolaan DAS yang baik,” pungkas Silwanus.