Fenomena hujan meteor Eta Aquarid kembali menghiasi langit pada awal Mei 2026. Puncak hujan meteor ini diperkirakan terjadi pada Selasa malam, 5 Mei, hingga Rabu pagi, 6 Mei.
Hujan meteor Eta Aquarid berasal dari sisa debu Komet Halley yang memasuki atmosfer Bumi lalu terbakar, sehingga memunculkan kilatan cahaya yang kerap disebut “bintang jatuh”. Dalam kondisi ideal, Eta Aquarid dapat menampilkan puluhan meteor per jam.
Di tengah perhatian publik terhadap fenomena ini, isu seputar meteor juga tercatat pernah menjadi sasaran misinformasi di media sosial. Sejumlah klaim yang beredar sebelumnya antara lain:
1. Klaim meteor jatuh di Tol Ciperna, Cirebon
Sebuah unggahan di Facebook pada 6 Oktober 2025 memuat klaim meteor jatuh di Tol Ciperna, Cirebon, Jawa Barat. Konten tersebut berupa video reels yang menampilkan benda terang berbentuk bulat di tengah latar gelap, disertai teks “Astagfirullo Kejadian Malam ini!! Meteor Jatuh di Tol Ciperna Cirebon JABAR” dan keterangan serupa pada unggahan.
2. Klaim video meteor jatuh di Laut Baltik
Video lain yang beredar di media sosial pada 8 Desember 2022 diklaim memperlihatkan meteor jatuh di Laut Baltik. Video berdurasi delapan detik itu menampilkan suasana tepi pantai, lalu terlihat objek dari atas awan yang disebut meteor dan diklaim menghantam lautan. Unggahan tersebut disertai narasi “Meteor hits Baltc Sea..,” dan tercatat telah ditonton puluhan kali serta memicu komentar warganet.
3. Klaim hujan batu di Purwakarta disebut serpihan meteor
Pada 14 Oktober 2019, sebuah laman bernama Postingan people +62 mengunggah video yang disebut sebagai peristiwa hujan batu di Purwakarta, Jawa Barat. Dalam video terlihat bongkahan batu berukuran kecil hingga besar, dengan sejumlah rumah tampak rusak. Unggahan itu disertai narasi yang menyebut hujan batu “sebesar rumah” dan mengaitkannya dengan dugaan serpihan meteor yang menuju Bumi. Video tersebut dilaporkan telah ditonton ribuan kali dan dibagikan ratusan kali.
Seiring maraknya klaim terkait meteor di media sosial, masyarakat diimbau untuk memeriksa kebenaran informasi sebelum membagikannya, terutama saat fenomena astronomi menjadi perhatian luas.