Klaim yang menyebut Maladewa memutus hubungan diplomatik dengan Israel akibat konflik Iran–AS tidak sesuai dengan fakta.
Penelusuran cek fakta merujuk pada artikel Reuters Fact Check berjudul “Fact Check: The Maldives cut diplomatic relations with Israel in 1974, not over Iran war” yang terbit pada 10 Maret 2026. Dalam laporan tersebut, juru bicara Kepresidenan Maladewa menyampaikan melalui email bahwa Maladewa menjalin hubungan diplomatik dengan Israel pada 1965, namun hubungan itu diputus pada 1974 dan tetap ditangguhkan hingga kini.
Informasi serupa juga tercantum di situs resmi Kementerian Luar Negeri Maladewa, Foreign.gov.mv, yang memuat daftar hubungan diplomatik negara tersebut. Di sana disebutkan bahwa hubungan diplomatik Maladewa dengan Israel masih berstatus ditangguhkan.
Selain itu, Maladewa juga menerapkan sejumlah kebijakan terkait Israel. Pemerintah Maladewa melarang masuknya produk dari Israel sejak 26 Juli 2014. Kemudian, Maladewa melarang pemegang paspor Israel masuk ke wilayahnya sejak 15 April 2025. Pemerintah menegaskan keputusan tersebut diambil sebagai bentuk penolakan terhadap aksi agresi Israel terhadap warga Palestina.
Dengan demikian, pemutusan hubungan diplomatik Maladewa dengan Israel bukanlah peristiwa baru dan tidak terkait konflik Iran–AS, melainkan sudah berlangsung sejak 1974 dan hingga sekarang statusnya tetap ditangguhkan.

