Fahri Hamzah menilai peran akademisi dalam politik nasional sangat diperlukan pada tataran pemikiran dan teori. Menurutnya, kontribusi kalangan kampus lebih dibutuhkan untuk memperkaya gagasan serta kerangka konseptual dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Ia menekankan bahwa ketika akademisi memilih terjun langsung ke arena politik praktis, mereka perlu memahami konsekuensi perubahan peran tersebut. Fahri menyampaikan pandangannya dengan istilah “harus ganti baju dulu” sebagai penegasan bahwa memasuki politik praktis berarti memasuki ruang dengan karakter, tuntutan, dan dinamika yang berbeda.
Pernyataan itu menyoroti pembedaan antara kontribusi akademisi melalui pengembangan teori dan wacana, dengan keterlibatan langsung dalam aktivitas politik praktis yang bersifat kompetitif dan strategis.

