Energy Management System Dinilai Perkuat Transparansi Energi dalam Laporan ESG

Energy Management System Dinilai Perkuat Transparansi Energi dalam Laporan ESG

JAKARTA — Kesadaran perusahaan terhadap praktik bisnis berkelanjutan terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu indikator penting dalam menjalankan bisnis yang bertanggung jawab ialah kemampuan perusahaan mengelola dan melaporkan penggunaan energi secara transparan sebagai bagian dari penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

Dalam praktiknya, banyak perusahaan menghadapi tuntutan untuk menyusun laporan keberlanjutan yang lebih akurat dan terukur. Laporan ESG tidak hanya menjadi kebutuhan perusahaan besar, tetapi juga bagian dari standar transparansi yang kian diperhatikan investor, mitra bisnis, dan regulator.

Data Global Sustainable Investment Alliance (GSIA) menunjukkan nilai investasi berbasis ESG secara global telah melampaui USD30 triliun. Angka tersebut mencerminkan aspek keberlanjutan yang semakin menjadi pertimbangan dalam pengambilan keputusan bisnis.

Di sisi lain, International Energy Agency (IEA) menyebut pemantauan dan pengelolaan energi berbasis data dapat membantu perusahaan meningkatkan efisiensi penggunaan energi hingga 10–20%. Dalam konteks itu, penerapan Energy Management System (EMS) dipandang sebagai salah satu solusi untuk memantau penggunaan energi secara lebih transparan dan terstruktur, sekaligus mendukung penyusunan laporan ESG yang lebih terukur.