Arus informasi di media sosial kembali disusupi beragam hoaks dalam sepekan terakhir. Informasi palsu yang beredar tidak hanya memicu kebingungan, tetapi juga berisiko menimbulkan kerugian finansial, pencurian data pribadi, hingga keresahan di masyarakat.
Dalam pemantauan Cek Fakta Liputan6.com, hoaks yang ditemukan mencakup berbagai topik, mulai dari tawaran layanan publik gratis, rekrutmen pekerjaan, hingga isu politik dan pernyataan tokoh yang dimanipulasi. Masyarakat diimbau lebih waspada dan memeriksa kebenaran informasi sebelum mempercayai maupun membagikannya.
Berikut enam hoaks yang ramai beredar di media sosial dalam sepekan terakhir.
1. Tautan pendaftaran SIM online gratis hingga 28 Februari 2026
Sebuah unggahan Facebook pada 6 Februari 2026 memuat klaim adanya “SIM online gratis tahun 2026” dengan batas waktu pendaftaran hingga 28 Februari 2026. Unggahan tersebut disertai menu pendaftaran yang mengarahkan pengguna ke tautan tertentu.
Saat dibuka, tautan itu mengarah ke halaman situs yang meminta sejumlah data identitas, seperti nama, alamat lengkap, jenis kelamin, jenis SIM, dan nomor Telegram.
2. Artikel yang mengklaim Ketua BEM Seluruh Indonesia menyerukan penolakan PSI dan Jokowi
Di Facebook, beredar tangkapan layar artikel dari Kilas Jatim dengan judul yang menyebut Ketua BEM Seluruh Indonesia membuat pernyataan untuk menolak Partai PSI dan Presiden Joko Widodo di daerah masing-masing. Salah satu unggahan tercatat pada 3 Februari 2026, disertai narasi tambahan dari pengunggah.
Klaim ini menjadi salah satu konten yang beredar luas dan perlu diverifikasi karena menyangkut isu politik serta berpotensi memicu polarisasi.
3. Klaim Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos mengadakan giveaway Rp 50 juta di Facebook
Unggahan Facebook pada 2 Februari 2026 menampilkan video yang mengklaim Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos memberikan giveaway berhadiah Rp 50 juta bagi siapa saja yang dapat “menangkap gambar”. Video itu menampilkan foto Sherly Tjoanda Laos berseragam dinas putih serta animasi kotak kado bergerak.
Dalam video tersebut juga terdengar narasi audio yang meyakinkan penonton bahwa informasi itu “bukan hoaks” dan menjanjikan transfer uang kepada pemenang.
4. Tautan pendaftaran rekrutmen pegawai BPJS Kesehatan 2026
Hoaks lain yang beredar adalah klaim rekrutmen pegawai BPJS Kesehatan 2026 melalui unggahan Facebook pada 4 Februari 2026. Unggahan itu memuat daftar posisi, syarat, rentang gaji, serta ajakan mengecek tautan pendaftaran.
Menu formulir pendaftaran dan informasi pendaftaran pada unggahan tersebut mengarah ke halaman situs berisi formulir digital yang meminta data pribadi, termasuk nama sesuai KTP dan nomor Telegram.
5. Tautan pendaftaran rekrutmen amil Baznas 2026
Pada 30 Januari 2026, beredar unggahan Facebook yang mengklaim Baznas membuka rekrutmen terbuka calon amil tahun 2026. Unggahan itu mencantumkan formasi, kualifikasi umum, serta tautan pendaftaran.
Tautan tersebut mengarah ke halaman situs dengan formulir digital yang meminta identitas, seperti nama dan nomor Telegram.
6. Artikel yang mengklaim Habiburokhman menyebut Wapres Gibran mirip Nabi Yusuf
Sejak pekan lalu, beredar unggahan Facebook yang menampilkan tangkapan layar artikel dari CNN Indonesia dan menyebut anggota DPR RI Habiburokhman mengatakan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mirip Nabi Yusuf. Salah satu unggahan tercatat pada 28 Januari 2026 dan disertai narasi tambahan dari pengunggah.
Konten semacam ini termasuk hoaks yang memelintir isu sensitif dan berpotensi memicu reaksi publik.
Ragam hoaks tersebut menunjukkan pola yang berulang, terutama berupa tautan yang mengarahkan pengguna ke halaman pengumpulan data pribadi atau konten yang memanipulasi pernyataan tokoh. Masyarakat disarankan tidak terburu-buru mengklik tautan mencurigakan, tidak membagikan informasi yang belum terverifikasi, serta selalu memeriksa sumber dan konteks informasi yang diterima.

