Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak dan mantan Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengajak kader Partai Demokrat memenangkan Pemilu 2019. Ajakan itu disampaikan dalam orasi politik di Arena DBL, Surabaya.
Acara tersebut dihadiri kader Partai Demokrat yang memadati arena dan meneriakkan yel-yel kemenangan menjelang pemungutan suara 17 April 2019. Emil tampil lebih dulu dan meminta kader tetap optimistis. Ia menyebut kerja kader selama berbulan-bulan diyakini akan membuahkan hasil.
Dalam pidatonya, Emil mengingatkan perjalanan Partai Demokrat yang pernah mengantarkan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjadi Presiden RI dua periode, 2004–2009 dan 2009–2014. Ia juga menyinggung keberhasilan Demokrat mengantarkan Soekarwo menjadi Gubernur Jawa Timur dua periode serta dirinya sebagai wakil gubernur mendampingi Khofifah Indar Parawansa.
Emil meminta semangat kader tidak mengendur menjelang hari pemungutan suara. Ia juga menegaskan agar kader tidak terpengaruh oleh upaya yang dianggap melemahkan partai, seraya menyatakan panji partai masih berkibar di Jawa Timur dan Indonesia.
Soekarwo, yang juga Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Timur, menyampaikan pidato bernada optimistis dan memulai dengan yel-yel perjuangan. Ia menekankan militansi kader di Jawa Timur dan mengajak seluruh kader menyambut 17 April 2019 dengan senyum dan kegembiraan. Menurutnya, kemenangan ditentukan oleh semangat dan keyakinan.
Soekarwo juga menyampaikan bahwa kader Demokrat telah turun ke masyarakat dan menyimpulkan rakyat menginginkan kehidupan yang aman, nyaman, harmonis, dan tidak ribut. Ia menyinggung kebhinnekaan serta menyatakan rakyat memahami kebhinnekaan sebagai sunatullah.
Dalam kesempatan yang sama, Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) turut mengajak kader memenangkan Pemilu 2019. AHY menyatakan kemenangan pada Pemilu 2019 diperlukan jika Demokrat ingin bertarung pada Pemilu 2024.
AHY menilai sistem pemilu saat itu lebih mengatrol suara partai yang memiliki kader maju sebagai calon presiden, sementara partai lain kurang menikmati efek elektoral capres. Meski demikian, ia tetap optimistis Demokrat mampu mengembalikan kejayaan seperti Pemilu 2004 dan 2009, dengan menekankan pentingnya kerja keras untuk memenangkan pemilihan legislatif.
Pidato AHY mencakup tiga poin, yakni komitmen Demokrat meredam polarisasi, ajakan merekatkan kembali persaudaraan pascapemilu, serta harapan Demokrat menatap masa depan NKRI. Sejumlah tokoh teras Demokrat hadir dalam kampanye terbuka tersebut, di antaranya Syarief Hasan, Amir Syamsuddin, Andy Mallarangeng, dan Nachrowi Ramli.