Ekonom Nilai Klaim Indonesia “Sangat Kaya” Perlu Dilihat dari Cadangan Terbukti SDA

Ekonom Nilai Klaim Indonesia “Sangat Kaya” Perlu Dilihat dari Cadangan Terbukti SDA

Jakarta — Ekonom sekaligus dosen Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut Indonesia sebagai negara yang sangat kaya perlu dilihat lebih cermat berdasarkan ukuran yang terukur, terutama nilai cadangan terbukti sumber daya alam (SDA).

Wijayanto mengatakan, jika kekayaan Indonesia dihitung dari nilai cadangan terbukti SDA utama—batu bara, minyak, gas, nikel, dan tembaga—angka totalnya disebut sekitar 3 triliun dolar AS. Nilai tersebut ia setarakan dengan sekitar 10.700 dolar AS per kapita atau Rp190 juta per kapita.

Menurut Wijayanto, angka itu belum menggambarkan nilai bersih yang benar-benar dapat dimanfaatkan karena masih harus dikurangi biaya eksploitasi dan pemrosesan. Ia memperkirakan, bila 50 persen dari nilai cadangan terbukti digunakan untuk biaya tersebut, maka nilai yang tersisa menjadi sekitar Rp95 juta per kapita.

Ia menilai nilai bersih per kapita itu masih tergolong kecil dan lebih rendah dibandingkan puluhan negara lain. Karena itu, Wijayanto berpendapat ketergantungan pada SDA semata tidak dapat menjadi andalan untuk mencapai kemakmuran nasional.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyatakan Indonesia merupakan negara yang sangat kaya. Prabowo mengaku semakin memahami besarnya kekayaan Indonesia setelah menjabat sebagai presiden, terutama pada minggu-minggu awal masa kepemimpinannya. Namun, ia juga menyampaikan keprihatinan karena sebagian kekayaan Indonesia disebut telah dicuri dan dibawa ke luar negeri. Pernyataan itu disampaikan dalam Peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 Tahun 2026, Minggu (12/7/2026).

Prabowo juga menegaskan komitmen pemerintah untuk membangun perekonomian dari desa, kecamatan, hingga kabupaten agar perputaran uang tetap berada di daerah. Ia menyatakan pemerintah berupaya agar manfaat kekayaan dan hasil pembangunan dapat kembali dinikmati masyarakat secara lebih luas hingga ke tingkat daerah.