Peneliti Senior Citra Institute, Efriza, menilai penurunan tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dipengaruhi sejumlah persoalan yang masih dirasakan masyarakat hingga saat ini.
Menurut Efriza, faktor ekonomi menjadi penyebab utama karena publik belum melihat perubahan signifikan dalam persoalan harga kebutuhan pokok, kesempatan kerja, maupun daya beli.
“Persoalan ekonomi sehari-hari masih menjadi faktor utama yang memengaruhi persepsi publik terhadap pemerintah,” kata Efriza, Senin (3/8).
Efriza menjelaskan, masyarakat cenderung menilai kinerja pemerintah berdasarkan kondisi yang mereka alami langsung dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, ketika harga kebutuhan pokok masih dianggap tinggi, lapangan pekerjaan belum bertambah secara signifikan, serta daya beli belum pulih, kepuasan terhadap pemerintah ikut menurun.
Selain persoalan ekonomi, Efriza menilai komunikasi pemerintah dalam menyampaikan berbagai kebijakan juga belum berjalan efektif. Menurutnya, hal itu membuat capaian maupun tujuan program pemerintah belum tersampaikan dengan jelas kepada masyarakat.
“Komunikasi kebijakan juga masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah,” ujarnya.
Ia menambahkan, sejumlah program prioritas pemerintah juga masih menghadapi berbagai persoalan dalam pelaksanaannya, sehingga ekspektasi masyarakat belum sepenuhnya terpenuhi.