Dua Video Klaim Rudal Iran Meledakkan Bandara Ben Gurion Teridentifikasi Buatan AI

Dua Video Klaim Rudal Iran Meledakkan Bandara Ben Gurion Teridentifikasi Buatan AI

Dua video yang beredar di media sosial mengklaim memperlihatkan dampak ledakan rudal balistik Iran yang menghantam Bandara Ben Gurion, Israel. Video pertama menampilkan ledakan di landasan pacu sebuah bandara dengan sejumlah jet tempur. Sementara video kedua memperlihatkan ledakan yang direkam dari ruang tunggu bandara saat matahari hampir terbenam.

Namun, hasil pemeriksaan fakta menunjukkan klaim tersebut menyesatkan. Tempo memverifikasi kedua video melalui analisis visual, penggunaan alat deteksi akal imitasi (AI), serta perbandingan dengan sumber-sumber kredibel. Dari pemeriksaan itu, dua video yang beredar teridentifikasi sebagai produk teknologi akal imitasi.

Dalam laporannya, Tempo mencatat bahwa Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) memang mengklaim telah meluncurkan rudal ke Bandara Ben Gurion. Mengutip Al Arabiya, serangan ke Bandara Ben Gurion disebut terjadi pada 5 Maret 2026. Media Israel juga menyebut bandara ditutup sejak serangan ke Iran dimulai, dan otoritas baru mengoperasikan penerbangan terbatas pada 8 Maret 2026.

Meski demikian, pemeriksaan terhadap video pertama menemukan sejumlah kejanggalan yang dianggap khas konten buatan AI. Salah satunya, terdapat jet tempur yang terparkir di bandara sipil—padahal pesawat tempur lazimnya beroperasi di pangkalan militer. Selain itu, wajah para penumpang terlihat buram, dan papan informasi pada detik ke-12 menampilkan teks yang tidak terbaca, termasuk setelah diekstrak menggunakan Google dan Yandex.

Sejumlah alat pendeteksi AI yang digunakan dalam verifikasi juga menguatkan temuan tersebut. Menurut Is It AI, kemungkinan 99 persen konten diproduksi dengan AI. Alat Was It AI menyatakan elemen AI terdeteksi dengan tingkat keyakinan tinggi. Image Whisperer mengidentifikasi beberapa wajah mengandung elemen AI sebesar 99 persen dengan ciri buram, gerakan yang blur, dan pencahayaan yang tidak konsisten. Sementara Hive Moderation menunjukkan 99,9 persen konten tersebut buatan model AI.

Pada video kedua, analisis manual juga menemukan kejanggalan. Pada detik ke-2, visual kepala dan tangan sejumlah penumpang tampak hilang. Pemindaian menggunakan Was It AI mendeteksi elemen AI pada gambar dengan tingkat keyakinan tinggi. Adapun Hive Moderation menyebut terdapat 80 persen kemungkinan video dibuat menggunakan teknologi AI, dengan elemen AI ditemukan di sebagian besar klip.

Berdasarkan rangkaian verifikasi itu, Tempo menyimpulkan narasi yang menyebut dua video tersebut memperlihatkan ledakan rudal Iran di Bandara Ben Gurion adalah klaim menyesatkan. Iran memang pernah menyatakan mengirim rudal ke bandara tersebut, namun belum ada informasi terkonfirmasi terkait dampaknya pada bandara. Sementara itu, dua video yang beredar teridentifikasi dibuat menggunakan mesin akal imitasi.