DPRD Samarinda Minta Inspektorat Membuka Hasil Audit Revitalisasi Pasar Pagi

DPRD Samarinda Minta Inspektorat Membuka Hasil Audit Revitalisasi Pasar Pagi

DPRD Kota Samarinda meminta Inspektorat segera menyerahkan hasil pemeriksaan terkait dugaan pelanggaran disiplin aparatur sipil negara (ASN) dalam proyek revitalisasi Pasar Pagi. Hingga kini, DPRD menyebut belum menerima dokumen audit tersebut, meski proses pemeriksaan disebut telah selesai.

Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Iswandi, mengatakan pihaknya memerlukan laporan hasil pemeriksaan sebagai bahan evaluasi untuk menjalankan fungsi pengawasan terhadap pemerintah daerah. Ia menegaskan, DPRD tidak bermaksud mencampuri kewenangan Wali Kota Samarinda dalam menjatuhkan sanksi atau menentukan tindak lanjut terhadap ASN yang diperiksa.

“Fungsi pengawasan DPRD mengharuskan kami mengetahui hasil pemeriksaan tersebut. Kami tetap menghormati kewenangan Wali Kota dalam menentukan langkah selanjutnya terhadap ASN yang diperiksa,” kata Iswandi, Jumat (24/7/2026).

Menurut Iswandi, laporan hasil audit diperlukan untuk mengurai akar persoalan yang muncul dalam proyek revitalisasi Pasar Pagi. Dari hasil itu, DPRD dapat menyusun masukan agar persoalan serupa tidak terulang pada proyek pemerintah berikutnya.

Ia juga menilai permintaan DPRD tidak dapat dimaknai sebagai bentuk intervensi terhadap pemerintah daerah. Bagi DPRD, keterbukaan hasil pemeriksaan justru diperlukan agar evaluasi dapat dilakukan secara objektif.

“DPRD perlu mengetahui gambaran utuh persoalan yang terjadi. Dari situ kita bisa melakukan evaluasi bersama sehingga kesalahan yang sama tidak kembali terulang,” ujarnya.

Iswandi turut menyoroti pentingnya keterbukaan informasi kepada publik. Menurutnya, penyampaian hasil pemeriksaan dapat memperkuat akuntabilitas pemerintah sekaligus mencegah berkembangnya spekulasi di masyarakat mengenai penanganan kasus tersebut.

Komisi II DPRD Samarinda, kata dia, akan memanggil Inspektorat apabila laporan hasil pemeriksaan belum disampaikan dalam waktu dekat.

“Kami ingin semuanya terbuka. Kalau laporan itu belum juga disampaikan, kami akan meminta Inspektorat hadir untuk menjelaskan perkembangan pemeriksaan agar tidak memunculkan berbagai spekulasi di masyarakat,” tegasnya.