Dokter Mata Luruskan Mitos Seputar Mata Minus: TV Dekat Bukan Penyebab, Wortel Tak Menyembuhkan Minus

Dokter Mata Luruskan Mitos Seputar Mata Minus: TV Dekat Bukan Penyebab, Wortel Tak Menyembuhkan Minus

Berbagai mitos seputar kesehatan mata dan penggunaan kacamata masih banyak beredar di masyarakat. Salah satu anggapan yang kerap muncul adalah menonton televisi terlalu dekat dapat menyebabkan mata minus.

Dokter Spesialis Mata dr. Romi Yusardi, Sp.M., M.H. meluruskan pemahaman tersebut saat berdialog dalam program Generasi Sehat di Programa 1 dan kanal YouTube RRI Bukittinggi. Menurutnya, anggapan itu merupakan “mitos terbalik”. Anak-anak yang mendekati televisi justru sering kali melakukannya karena kondisi mata mereka sudah terlanjur minus tinggi.

“Orang yang minusnya tinggi, jarak bacanya terpaksa didekatkan agar kelihatan,” kata dr. Romi.

Ia menjelaskan, perubahan ukuran minus dipengaruhi oleh faktor pertumbuhan panjang bola mata manusia. Proses pertumbuhan organ penglihatan tersebut umumnya akan berhenti pada usia 21 hingga 22 tahun.

Terkait konsumsi wortel, dr. Romi membenarkan bahwa sayuran tersebut memiliki khasiat, namun perlu dipahami secara medis. Kandungan vitamin A disebut berfungsi memperbaiki sensitivitas penglihatan, bukan menyembuhkan kelainan fokus lensa yang menjadi penyebab mata minus.

“Wortel merubah efisiensi saat cahaya gelap, jadi melihat lebih terang, bukan lebih tajam,” ujarnya.

Ia juga menegaskan, penggunaan kacamata tidak berfungsi menambah maupun mengurangi ukuran minus seseorang. Edukasi ini diharapkan dapat membantu meluruskan salah kaprah di masyarakat dalam menjaga kesehatan mata.