DNET Klarifikasi Penutupan Tujuh Gerai Indomaret di Lombok Tengah: Terkait Evaluasi Operasional, Bukan KDMP

DNET Klarifikasi Penutupan Tujuh Gerai Indomaret di Lombok Tengah: Terkait Evaluasi Operasional, Bukan KDMP

PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET) memberikan klarifikasi resmi terkait penutupan tujuh gerai Indomaret di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, yang terjadi pada akhir Mei 2026. Manajemen menegaskan penutupan tersebut tidak berkaitan dengan berdirinya Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

DNET, sebagai induk perusahaan dari pengelola Indomaret PT Indomarco Prismatama, menyatakan langkah penutupan merupakan bagian dari evaluasi operasional. Keputusan itu juga disebut sebagai upaya memastikan kepatuhan terhadap aturan perizinan dan ketentuan tata ruang di wilayah setempat.

Kabar penutupan gerai ritel modern di Lombok Tengah mencuat sejak Sabtu, 23 Mei 2026. Selain Indomaret, sejumlah gerai pesaingnya, Alfamart, juga dilaporkan mengalami penutupan, yang kemudian memicu protes dari para karyawan.

Direktur Operasional PT Indomarco Prismatama, Andreas Djajaputra, menjelaskan bahwa pemerintah daerah tengah melakukan peninjauan ulang tata ruang wilayah. Menurutnya, lokasi sejumlah gerai dinilai melanggar ketentuan karena berada dalam radius kurang dari satu kilometer dari pasar tradisional.

Dalam penjelasannya, DNET menekankan penutupan gerai dilakukan untuk menyesuaikan operasional dengan regulasi perizinan terbaru, merespons evaluasi tata ruang, serta sebagai bagian dari peninjauan rutin efektivitas titik penjualan. Perusahaan menegaskan faktor utama yang melatarbelakangi penutupan adalah aspek regulasi wilayah, bukan persaingan dengan entitas bisnis baru.

Terkait KDMP, DNET menilai kehadiran koperasi tersebut sebagai hal yang wajar dalam dinamika industri ritel nasional. Perseroan memandang KDMP memiliki karakteristik dan target pasar berbeda sehingga tidak dianggap sebagai ancaman langsung.

Hingga saat ini, DNET menyatakan belum melihat dampak material dari operasional KDMP terhadap kinerja perusahaan, termasuk pada rantai pasok maupun rencana ekspansi. Meski demikian, perusahaan menyebut akan tetap memantau perkembangan pasar.

DNET juga menyatakan siap melakukan evaluasi dan penyesuaian strategi apabila kehadiran KDMP mulai memengaruhi aktivitas bisnis secara signifikan. Manajemen menutup penjelasannya dengan menegaskan komitmen untuk terus beradaptasi demi menjaga keberlangsungan usaha, sekaligus mengikuti aturan yang ditetapkan pemerintah daerah di seluruh wilayah operasionalnya.