SANGATTA — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mendorong insan pers untuk terus meningkatkan profesionalisme sekaligus berperan aktif mengawal transparansi pembangunan daerah. Dorongan itu disampaikan dalam kegiatan buka puasa bersama yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Kutim pada Rabu (11/3/2026) dengan tema “Merajut Silaturahmi, Menguatkan Solidaritas Wartawan di Bulan Ramadan”, yang juga menjadi momen refleksi memperingati Hari Pers Nasional.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Statistik dan Persandian (Diskominfo Staper) Kutim Ronny Bonar, yang hadir mewakili Bupati Kutim, menekankan bahwa kualitas pemberitaan daerah sangat ditentukan oleh kapasitas sumber daya manusia (SDM) wartawannya. Ia menilai peningkatan kompetensi penting agar media memenuhi standar Dewan Pers sehingga informasi yang diterima masyarakat akurat, berimbang, dan bertanggung jawab.
Ronny juga menyampaikan bahwa Pemkab Kutim memandang media sebagai mitra strategis dalam mendukung keterbukaan informasi, termasuk dalam mendiseminasikan 50 program unggulan pemerintah daerah agar menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Namun, ia mengingatkan sinergi itu harus sejalan dengan kepatuhan terhadap etika jurnalistik, terutama kewajiban melakukan konfirmasi yang jelas sebelum mempublikasikan informasi.
Selain itu, Ronny mendorong jurnalis lebih aktif menggali dan mempublikasikan potensi lokal hingga tingkat desa. Menurutnya, publikasi mengenai kekayaan dan potensi daerah di kecamatan-kecamatan dapat membantu mendorong percepatan pembangunan di berbagai sektor.
Ketua PWI Kutim Wardi menyatakan solidaritas jurnalis di Kutim kini dibarengi kesadaran yang meningkat terhadap pentingnya sertifikasi. Ia menyebut jumlah wartawan di Kutim yang lulus Uji Kompetensi Wartawan (UKW) pada jenjang Muda, Madya, dan Utama terus bertambah sebagai wujud komitmen kolektif menjaga profesionalisme.
Meski demikian, Wardi mengingatkan agar wartawan tetap berpegang pada Kode Etik Jurnalistik, tidak hanya dalam produk berita formal, tetapi juga saat menyampaikan informasi melalui akun media sosial pribadi.
Dalam kegiatan tersebut, kemitraan lintas sektor turut terlihat melalui penyerahan bantuan paket sembako secara simbolis dari PT Kaltim Prima Coal (KPC) kepada PWI Kutim. Bantuan itu disebut sebagai bentuk apresiasi atas peran pers dalam menjaga iklim informasi yang sehat di lingkungan industri dan masyarakat.
Melalui penguatan silaturahmi di bulan Ramadan, insan pers di Kutim diharapkan mampu menjaga independensi sekaligus berkontribusi bagi kemajuan daerah melalui jurnalisme yang berkualitas dan bermartabat.

