Disdik Sleman Matangkan SPMB SMP 2026, Prioritaskan Transparansi dan Pemerataan Akses

Disdik Sleman Matangkan SPMB SMP 2026, Prioritaskan Transparansi dan Pemerataan Akses

Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman mulai mematangkan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMP tahun 2026. Upaya tersebut ditandai dengan sosialisasi kebijakan penerimaan siswa baru yang digelar beberapa waktu lalu, dengan tujuan memastikan proses seleksi berjalan transparan, adil, dan tepat sasaran.

Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Sleman, Ponidi, mengatakan kebijakan penerimaan tahun 2026 tetap menitikberatkan pada pemerataan akses pendidikan bagi masyarakat Sleman. Salah satu fokusnya adalah jalur domisili yang menjadi komponen utama penerimaan, dengan alokasi minimal 40 persen dari total daya tampung sekolah negeri.

“Tujuannya agar siswa mendapatkan akses sekolah yang lebih dekat dengan tempat tinggal sehingga memudahkan pengawasan dan mendukung efektivitas pembelajaran,” ujar Ponidi.

Dalam skema terbaru, jalur domisili dibagi menjadi dua kategori, yakni domisili radius dan domisili wilayah. Domisili radius menggunakan pemetaan digital untuk menghitung jarak rumah calon siswa ke sekolah secara otomatis. Sementara domisili wilayah diperuntukkan bagi siswa dalam cakupan administrasi kalurahan tertentu.

Selain itu, calon peserta didik diwajibkan telah tercatat sebagai warga Sleman minimal satu tahun sebelum proses pendaftaran berlangsung. Ketentuan ini diterapkan untuk memastikan prioritas layanan pendidikan diberikan kepada masyarakat yang berdomisili di Kabupaten Sleman.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, Mustadi, menegaskan pelaksanaan SPMB SMP 2026 dirancang agar lebih akuntabel serta mampu memberikan kesempatan pendidikan yang merata. “SPMB tahun ini kami dorong semakin transparan, objektif, dan berkeadilan. Pemerintah Kabupaten Sleman ingin memastikan seluruh anak mendapatkan akses pendidikan yang berkualitas sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Mustadi melalui pesan WhatsApp, Selasa (12/05/2026), saat dikonfirmasi terkait kegiatan sosialisasi.

Mustadi juga mengimbau masyarakat mengikuti seluruh tahapan pendaftaran sesuai jadwal resmi serta memanfaatkan layanan informasi yang disediakan Dinas Pendidikan Sleman agar proses berjalan lancar.

Dinas Pendidikan Sleman turut menyediakan jalur afirmasi untuk kelompok rentan dengan kuota maksimal 20 persen. Rinciannya, 15 persen dialokasikan bagi siswa dari keluarga kurang mampu yang terdaftar dalam basis data kesejahteraan sosial daerah dan memiliki Kartu Keluarga Miskin (KKM). Adapun 5 persen lainnya diperuntukkan bagi penyandang disabilitas.

Bagi calon siswa berkebutuhan khusus, asesmen diwajibkan dilakukan di RSUD Sleman atau RSUD Prambanan selama Mei 2026. Asesmen tersebut disebut penting untuk memastikan sekolah dapat memberikan layanan belajar yang tepat, sekaligus membantu sekolah menyiapkan fasilitas pendukung dan pola pendampingan sesuai kebutuhan peserta didik.

Selain jalur domisili dan afirmasi, jalur prestasi tetap dibuka dengan kuota 35 persen. Jalur ini ditujukan bagi siswa dengan capaian akademik maupun non-akademik, termasuk peserta dengan nilai gabungan minimal 245. Siswa yang meraih prestasi pada ajang resmi seperti Olimpiade Sains Nasional, Olimpiade Olahraga Siswa Nasional, serta Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional tingkat nasional periode 2023–2026 juga dapat mengikuti seleksi melalui jalur prestasi.

Sementara itu, jalur mutasi disediakan dengan kuota 5 persen bagi siswa yang mengikuti perpindahan tugas orang tua ke wilayah Sleman maupun Daerah Istimewa Yogyakarta.

Seluruh proses pendaftaran akan dilakukan secara daring melalui SPMB Sleman 2026 untuk meningkatkan transparansi dan meminimalkan potensi kecurangan. Pendaftaran dijadwalkan berlangsung sepanjang Juni 2026, dengan rincian jalur prestasi khusus pada 9–10 Juni, jalur radius dan afirmasi pada 17–18 Juni, serta jalur prestasi umum dan domisili wilayah pada akhir Juni.

Dinas Pendidikan Sleman mengimbau orang tua menyiapkan dokumen persyaratan sejak awal dan tidak menunggu hingga batas akhir pendaftaran untuk menghindari kendala teknis selama proses berlangsung.