Pada Juni 1999, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ikut serta dalam pemilu legislatif. Dalam pemilu tersebut, PKB meraih 12 persen suara, sementara PDI Perjuangan (PDI-P) memperoleh 33 persen suara.
Dengan hasil itu, Megawati Soekarnoputri disebut-sebut diperkirakan akan memenangkan pemilihan presiden dalam Sidang Umum MPR. Namun, PDI-P tidak memiliki kursi mayoritas penuh, sehingga membentuk aliansi dengan PKB.
Poros Tengah dan Perubahan Konstelasi
Pada Juli, Amien Rais membentuk Poros Tengah, yaitu koalisi partai-partai Muslim. Poros Tengah kemudian mulai menominasikan Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sebagai kandidat ketiga dalam pemilihan presiden.
Seiring perkembangan tersebut, komitmen PKB terhadap PDI-P dilaporkan mulai berubah, menandai pergeseran dinamika koalisi menjelang pemilihan presiden di MPR.

