Dewan Rakyat Lam Dong Setujui Penyesuaian Rencana Tata Ruang 2021-2030 dan Pembentukan Tiga Kelurahan Baru

Dewan Rakyat Lam Dong Setujui Penyesuaian Rencana Tata Ruang 2021-2030 dan Pembentukan Tiga Kelurahan Baru

Dewan Rakyat Provinsi Lam Dong menyetujui penyesuaian Rencana Tata Ruang Provinsi periode 2021-2030 dengan visi hingga 2050, sekaligus menyetujui pembentukan tiga kelurahan baru: Duc Trong, Ham Thuan Nam, dan Cu Jut. Keputusan ini disebut tidak hanya menjawab kebutuhan mendesak pascareorganisasi administrasi, tetapi juga dinilai strategis untuk jangka panjang.

Wakil Sekretaris Komite Partai Provinsi sekaligus Ketua Dewan Rakyat Provinsi, Luu Van Trung, menekankan bahwa penyesuaian perencanaan tidak boleh dipahami sekadar sebagai pembaruan batas administratif atau penyesuaian target pembangunan secara mekanis. Menurutnya, perencanaan harus menjadi alat untuk menciptakan pembangunan, mengarahkan investasi, dan membuka peluang pertumbuhan baru bagi provinsi pada tahun-tahun mendatang.

Ia juga menyoroti pentingnya sinkronisasi lintas sektor dan wilayah, mencakup keterpaduan antara perkotaan dan pedesaan, antara daerah pegunungan dan pesisir, serta keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan perlindungan lingkungan. Selain itu, penyesuaian perencanaan perlu tetap memperhatikan pelestarian identitas budaya serta memastikan pertahanan dan keamanan nasional.

Dalam arahannya, Luu Van Trung menegaskan penyesuaian tersebut harus terkait erat dengan perencanaan nasional, perencanaan regional, perencanaan tata guna lahan, serta tujuan dan tugas yang ditetapkan dalam Resolusi Kongres Partai Provinsi untuk periode 2025-2030. Dengan tenggat waktu yang ketat, volume pekerjaan yang besar, dan tuntutan yang tinggi, ia meminta seluruh pihak menjunjung rasa tanggung jawab, pemikiran inovatif, dan visi jangka panjang.

Ketua Komite Rakyat Provinsi, Ho Van Muoi, dalam upacara pengumuman revisi perencanaan, menyatakan bahwa penyesuaian Perencanaan Provinsi Lam Dong 2021-2030 dengan visi hingga 2050 merupakan tonggak penting yang menciptakan landasan hukum dan orientasi strategis bagi pembangunan provinsi pada fase baru. Ia menyebut rencana tersebut disusun berdasarkan penelitian dan penilaian komprehensif atas potensi, keunggulan, sumber daya, serta ruang pengembangan provinsi, sekaligus mengonkretkan kebijakan dan orientasi utama Partai dan Negara terkait pembangunan sosial-ekonomi, pertahanan nasional, keamanan, dan integrasi internasional.

Dalam rencana yang disesuaikan, target pada 2030 adalah menjadikan Lam Dong sebagai provinsi yang cukup maju di tingkat nasional dan sebagai pusat pertumbuhan di wilayah Pesisir Selatan Tengah serta Dataran Tinggi Tengah. Pengembangan spasial ekonomi akan disesuaikan dengan kondisi tiap wilayah, menghubungkan dataran tinggi, dataran tengah, dan daerah pesisir, serta secara bertahap mempersempit kesenjangan pembangunan antarwilayah.

Rencana tersebut juga menekankan keterkaitan pembangunan ekonomi dengan perlindungan berkelanjutan terhadap ekosistem hutan dan laut, serta penguatan pertahanan nasional, keamanan, dan ketertiban sosial.

Setelah perencanaan provinsi serta perencanaan perkotaan dan pedesaan diimplementasikan secara serentak, daerah-daerah diminta berfokus menarik dan mendorong investor untuk menjalankan proyek sesuai rencana yang telah disetujui. Langkah ini dipandang sebagai dasar penting untuk memanfaatkan potensi dan keunggulan masing-masing wilayah, menciptakan momentum pertumbuhan ekonomi dua digit, serta mencapai tujuan pembangunan pada setiap periode.

Sejumlah ahli menilai nilai inti perencanaan tidak berhenti pada rumusan di atas kertas, melainkan ditentukan oleh pelaksanaannya dalam praktik. Keberhasilan perencanaan akan tercermin pada infrastruktur yang selesai dibangun, proyek yang terlaksana, pemanfaatan sumber daya, peluang pembangunan yang tercipta, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat, baik secara materi maupun spiritual.