Dewan Pengawas Desak Meta Lebih Proaktif Melabeli Video AI Palsu di Tengah Konflik Global

Dewan Pengawas Desak Meta Lebih Proaktif Melabeli Video AI Palsu di Tengah Konflik Global

Dewan Pengawas Meta meminta perusahaan lebih proaktif dalam memberi label pada konten palsu berbasis kecerdasan buatan (AI) yang beredar di platformnya. Mereka menilai maraknya video AI palsu dapat membahayakan pengguna, terutama ketika terjadi krisis atau konflik.

Saat ini, Meta disebut masih banyak bergantung pada pengguna untuk mengungkapkan sendiri jika konten yang diunggah dibuat menggunakan alat AI. Jika tidak ada pengungkapan, perusahaan menunggu adanya laporan kepada tim moderasi konten, yang kemudian dapat memutuskan apakah sebuah konten perlu diberi label.

Dewan Pengawas—yang dibentuk pada 2020—menilai pendekatan tersebut belum cukup kuat untuk menghadapi skala dan kecepatan penyebaran konten buatan AI. Mereka menyoroti peningkatan video AI palsu yang terkait konflik militer global, yang dinilai dapat membuat publik kesulitan membedakan informasi palsu dan fakta, sekaligus memicu ketidakpercayaan terhadap informasi secara umum.

Dalam pernyataannya, Dewan Pengawas meminta Meta merombak aturan terkait AI dan melakukan lebih banyak langkah untuk menangani konten menyesatkan, agar pengguna dapat membedakan mana konten asli dan mana yang palsu.

Meta menyatakan akan mematuhi saran Dewan Pengawas. Perusahaan berjanji akan memberikan label pada video AI yang bermasalah dalam waktu tujuh hari.

Meta meluncurkan Dewan Pengawas pada 2020 sebagai kelompok semi-independen yang mengawasi keputusan moderasi konten di seluruh platformnya, termasuk Facebook, Instagram, dan WhatsApp.