Desa Kutuh, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, mencatat prestasi di tingkat nasional setelah meraih Juara II Jaga Desa Award 2026 kategori Tertib Pengelolaan Keuangan Desa. Penghargaan ini diselenggarakan Kejaksaan Agung RI bersama Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) dan menjadi pengakuan atas tata kelola pemerintahan serta pengelolaan keuangan desa yang dinilai transparan, akuntabel, dan terbuka kepada masyarakat.
Perbekel Desa Kutuh, I Wayan Mudana, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil proses panjang yang dibangun pemerintah desa selama beberapa tahun terakhir melalui inovasi dan penguatan tata kelola pemerintahan. Ia menyebut dalam 4–5 tahun terakhir Desa Kutuh meraih sejumlah prestasi yang dinilai berdampak pada pembangunan ekonomi maupun kesejahteraan masyarakat.
Menurut Mudana, Desa Kutuh mengikuti Jaga Desa Award melalui pengiriman dokumen dan data secara daring pada 2025. Program Jaga Desa bertujuan mendorong desa-desa di Indonesia menerapkan prinsip keterbukaan informasi, terutama dalam tata kelola pemerintahan dan pengelolaan keuangan desa.
Ia menegaskan, esensi utama program tersebut adalah memastikan masyarakat memiliki akses luas terhadap informasi pemerintahan desa, termasuk bagaimana dana desa dikelola, program yang dijalankan, serta proses pengambilan keputusan.
Pengumuman pemenang dilakukan pada April 2026. Dalam kategori Tertib Pengelolaan Keuangan Desa, posisi pertama diraih Desa/Kecamatan Banyubiru dari Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, sementara posisi ketiga ditempati Desa Tanjungsari, Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis. Dengan capaian itu, Desa Kutuh berada di jajaran desa terbaik secara nasional dalam pengelolaan keuangan dan administrasi pemerintahan desa.
Bagi Pemerintah Desa Kutuh, penghargaan tersebut dinilai lebih dari sekadar pengakuan. Mudana menyebut pencapaian itu menunjukkan tata kelola yang diterapkan desa selama ini mendapat apresiasi dari pemerintah pusat, terutama dalam penerapan prinsip transparansi dan akuntabilitas.
Prestasi di Jaga Desa Award melengkapi deretan penghargaan yang sebelumnya diraih Desa Kutuh. Pada 2024, desa ini juga meraih Juara I Keterbukaan Informasi Publik dari Komisi Informasi Pusat, yang disebut sebagai bukti konsistensi membangun sistem pemerintahan yang terbuka dan mudah diakses masyarakat.
Meski demikian, Mudana menekankan penghargaan bukan tujuan akhir. Ia menyatakan fokus utama pemerintah desa adalah memastikan inovasi dan capaian yang diraih memberi dampak nyata bagi kesejahteraan warga.
Ia juga menyebut keberhasilan Desa Kutuh tidak terlepas dari keterlibatan masyarakat dan soliditas jajaran pemerintahan desa. Menurutnya, prestasi tersebut merupakan hasil kerja bersama perangkat desa, staf pemerintahan, pemangku kepentingan, serta masyarakat yang memiliki tujuan serupa dalam membangun desa, didukung sumber daya manusia yang dinilai berdedikasi, loyal, dan berintegritas.
Ke depan, Pemerintah Desa Kutuh menyatakan akan terus melakukan inovasi dan pembenahan tata kelola agar manfaat pembangunan dapat dirasakan lebih luas. Desa Kutuh juga bersiap mengikuti Mangupura Award 2026 kategori Pemerintahan Desa. Dalam ajang tersebut, Desa Kutuh tercatat pernah meraih Juara III pada 2023, Juara I pada 2024, dan Juara III pada 2025, dengan target kembali mencapai posisi terbaik pada 2026.