Hoaks dapat menyerang pemimpin negara mana pun, termasuk Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Beragam konten menyesatkan dengan berbagai tema beredar di media sosial dan dikaitkan dengan Trump, mulai dari foto hingga video yang dipotong atau diberi narasi tertentu.
Berikut sejumlah klaim yang beredar dan telah menjadi bahan pemeriksaan fakta.
1) Klaim foto Presiden Prabowo bersama Donald Trump memamerkan produk daging babi
Sebuah unggahan di Facebook menampilkan foto Presiden Prabowo bersama Donald Trump, disertai narasi bahwa keduanya memamerkan produk daging babi. Salah satu akun mengunggahnya pada 27 Februari 2026 dengan teks antara lain: “Pamer Daging Babi Prabowo dan Donal Tram. MUI Jangan di Makan makanan haram” serta tambahan, “Pamer daging babi Prabowo & Donal Tram. Bagaimana Menurut Natizen??..”. Klaim ini kemudian dipertanyakan kebenarannya dalam artikel pemeriksaan fakta.
2) Klaim video Donald Trump mengolok-olok Pakistan terkait isu penutupan sumber air di Kashmir
Video yang diklaim memperlihatkan Donald Trump mengolok-olok Pakistan beredar di media sosial. Konten ini disebarkan oleh salah satu akun Facebook pada 9 Mei 2025. Dalam video, Trump terlihat berpidato di mimbar dan menyiram air dari botol plastik ke arah penonton sambil mengatakan, “I Need water, help me,”.
Video tersebut kemudian diberi narasi bahwa Trump mengolok-olok Pakistan setelah India menutup empat sumber air di Kashmir. Narasi lain yang menyertai unggahan itu antara lain: “Donald Trump mengolok-olok Pakistan setelah India menutup 4 sumber air yang mengalir ke Pakistan di Kashmir. Akankan hal ini semakin mempercepat perang India-Pakistan?” serta komentar “Ternyata india di dukung Amerika..”. Unggahan itu disebut telah dibagikan empat kali dan memancing komentar warganet. Klaim tersebut kemudian dinyatakan tidak benar dalam pemeriksaan fakta.
3) Klaim video Donald Trump mendukung India memusnahkan Pakistan
Video lain yang diklaim menunjukkan Trump mendukung India memusnahkan Pakistan juga beredar di media sosial. Salah satu akun Facebook menyebarkannya pada 2 Mei 2025. Dalam video berdurasi 11 detik, Trump tampak berpidato mengenakan setelan jas biru, disertai teks yang mengatasnamakan pernyataannya: “I Don't want war, i want peace. But if Pakistan attacks India, i will support India erase Pakistan and warn China. I love Indian people,”.
Unggahan itu turut disertai keterangan “🚨 Breaking News 🚨 #Trump I support India And Erase 👌Pakistan,” dan disebut telah ditonton 521 kali serta mendapat sejumlah respons warganet. Dalam konteks yang disebutkan, India sebelumnya melancarkan serangan rudal ke Pakistan pada Rabu, 7 Mei 2025 pagi. Pemerintah India mengonfirmasi telah menyerang sembilan lokasi dan menyebutnya sebagai “serangan presisi terhadap kamp-kamp teroris” di wilayah Kashmir yang dikuasai Pakistan. Klaim pada video tersebut juga dinyatakan tidak benar dalam pemeriksaan fakta.
Rangkaian konten di atas menunjukkan bagaimana foto dan video dapat diberi narasi tertentu sehingga memunculkan kesan seolah-olah tokoh publik menyampaikan atau melakukan sesuatu yang tidak sesuai fakta. Pemeriksaan fakta menjadi langkah penting untuk memastikan informasi yang beredar tidak menyesatkan.

