Sejumlah informasi palsu atau hoaks beredar di media sosial dengan mencatut nama Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar. Konten-konten tersebut muncul dalam berbagai tema, mulai dari isu korupsi hingga pengelolaan kurban, zakat, dan infak.
Berikut beberapa hoaks yang ditemukan beredar di platform media sosial:
1. Klaim Menag menyebut “korupsi secara syariah itu aman”
Sebuah unggahan di Facebook menampilkan foto Menag Nasaruddin Umar disertai narasi yang menyatakan bahwa ia menjelaskan “korupsi yang dilakukan secara syariah dan prosedur yang tepat itu aman.” Unggahan tersebut disebut diposting pada 5 Agustus 2026 dan memicu pertanyaan dari warganet mengenai kebenarannya.
2. Klaim Menag meminta warga menyerahkan kurban ke pemerintah
Hoaks lain beredar melalui unggahan Facebook pada 28 April 2026. Dalam unggahan itu, terdapat klaim bahwa Menag meminta masyarakat yang ingin berkurban agar menyerahkannya kepada pemerintah untuk dikelola, alih-alih memotong sendiri. Unggahan juga menyertakan poster bergambar Menag dengan tulisan yang menyarankan masyarakat menyetorkan uang akikah atau kurban ke BAZNAS atau dikelola pemerintah.
3. Klaim pemerintah mengambil alih zakat dan infak demi “menyelamatkan umat dari api neraka”
Di Instagram, beredar unggahan yang mengklaim Menag Nasaruddin Umar menegaskan bahwa uang infak dan zakat kini dikelola pemerintah untuk menyelamatkan umat dari sifat serakah dan api neraka. Unggahan tersebut disebut diposting pada 26 April 2026, disertai narasi bahwa Kementerian Agama mengambil alih pengelolaan dana zakat dan infak agar dapat diawasi secara terpusat oleh negara.
Rangkaian klaim di atas beredar luas di media sosial dan mencatut nama Menag Nasaruddin Umar dalam berbagai konteks. Masyarakat diimbau untuk lebih waspada terhadap informasi yang beredar, terutama yang menggunakan nama pejabat publik dan disertai narasi provokatif.