Hoaks yang mencatut nama Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan kembali beredar di media sosial. Salah satu yang terbaru adalah beredarnya video yang menampilkan Luhut seolah-olah menyampaikan program bantuan dana hibah.
Hasil penelusuran Cek Fakta menyatakan video tersebut tidak berkaitan dengan program bantuan dana apa pun. Video itu disebut diambil dari kegiatan Luhut yang sudah lama berlalu, lalu disunting, termasuk melalui proses penyuntingan menggunakan AI.
Selain video bantuan dana hibah, sejumlah klaim lain yang mengatasnamakan Luhut juga beredar. Berikut rangkuman beberapa di antaranya.
1. Video Luhut seolah menyampaikan program bantuan dana hibah
Cek Fakta menemukan unggahan di Facebook pada 30 Juli 2026 yang memuat video Luhut sedang berbicara didampingi anggota DEN Chatib Basri dan Hario Seto. Dalam video itu, Luhut seolah meminta masyarakat mendaftar program bantuan dana hibah dengan menyebutkan umur dan asal daerah.
Unggahan tersebut juga disertai keterangan yang mencantumkan nomor WhatsApp dan tautan pesan WhatsApp, serta tagar yang menyebut dukungan terhadap program presiden.
Berdasarkan penelusuran, klaim video tersebut dinyatakan tidak benar karena video tidak terkait program bantuan dana dan merupakan hasil penyuntingan dari rekaman lama.
2. Klaim Luhut akan mencabut status WNI bagi warga yang tidak membayar pajak
Klaim lain beredar di Facebook pada 28 Juli 2026. Unggahan itu menampilkan foto Luhut dengan narasi yang menyatakan bahwa rakyat harus bekerja keras untuk membayar pajak, dan jika tidak membayar pajak maka status kewarganegaraan akan dicabut serta diminta pindah ke negara lain.
Akun pengunggah juga menambahkan komentar bernada opini yang mempersoalkan narasi tersebut.
Cek Fakta menyebut klaim itu sebagai hoaks.
3. Tangkapan layar artikel yang mengklaim Luhut meminta warga Solo tidak mengusir Jokowi jika ijazahnya palsu
Tim Cek Fakta juga menemukan unggahan berupa tangkapan layar artikel yang diklaim berasal dari Tempo, dengan judul yang menyebut Luhut berharap masyarakat Solo tidak mengusir Joko Widodo jika ijazahnya palsu. Unggahan tersebut beredar sejak awal bulan dan salah satunya diunggah di Facebook pada 6 Juli 2026.
Dalam narasi unggahan, isu itu dikaitkan dengan perbincangan mengenai dugaan ijazah palsu yang sempat mencuat dan menuai tanggapan publik. Unggahan itu kemudian mengajak warganet untuk berkomentar.
Hasil penelusuran Cek Fakta menyatakan klaim tersebut merupakan hoaks.
Maraknya konten menyesatkan yang mencatut nama tokoh publik menunjukkan pentingnya kewaspadaan saat menerima informasi di media sosial, terutama unggahan yang mengarahkan pengguna untuk menghubungi nomor tertentu atau mengikuti tautan pesan.