Hoaks dapat mencatut nama berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi seperti Institut Pertanian Bogor (IPB). Sejumlah informasi menyesatkan yang mengatasnamakan IPB beredar dengan beragam tema, terutama melalui media sosial dan aplikasi percakapan.
Berikut beberapa contoh hoaks yang mencatut nama IPB sebagaimana beredar di ruang digital.
1. Video profesor gizi IPB disebut mempromosikan obat pelangsing
Sebuah unggahan video di media sosial menampilkan sosok Profesor Gizi IPB, Dr. Ir. Hardinsyah, yang diklaim mempromosikan obat pelangsing. Salah satu unggahan ditemukan di Facebook pada 30 Agustus 2023.
Dalam narasinya, unggahan tersebut menyebut Hardinsyah mengklaim menemukan formula obat penurun berat badan, bahkan dikatakan telah dikonsumsi sejumlah tokoh seperti Okky Lukman. Teks yang menyertai video juga menjanjikan penurunan berat badan tanpa diet dan olahraga, serta menyebut metode itu aman untuk semua orang dengan berbagai kondisi.
2. Klaim IPB mengeluarkan peringkat sayuran anti kanker
Hoaks lain yang beredar menyebut IPB mengeluarkan “rangking sayuran anti kanker”. Unggahan semacam ini ditemukan beredar di media sosial, salah satunya di Facebook pada 22 Oktober 2021.
Konten tersebut memuat daftar sayuran dengan persentase tertentu, misalnya jengkol 99,8%, ubi jalar dimasak 98,7%, asparagus 93,9%, brokoli 92,8%, hingga tomat 23,8%. Unggahan itu juga memuat klaim tambahan berupa “tips utama” yang menyatakan semua kentang mengandung kolagen, terutama ubi jalar kuning dan jengkol paling banyak.
3. Klaim ilmuwan IPB membuat model 3D wajah nenek moyang pertama dari Nusantara
Unggahan lain mengklaim IPB berhasil merekonstruksi wajah 3D nenek moyang manusia purba dari Nusantara. Salah satu unggahan ditemukan di Facebook pada 31 Juli 2026, disertai gambar model 3D dan narasi yang menyebut rekonstruksi dibuat berdasarkan studi fosil, tulang, dan tengkorak yang ditemukan di Ngawi, Jawa Timur.
Dalam narasi panjangnya, unggahan itu menyatakan data fosil dibandingkan dengan manusia modern dan primata lain untuk memahami evolusi ciri fisik manusia selama jutaan tahun. Disebut pula bahwa hasilnya merupakan estimasi ilmiah, bukan potret yang sepenuhnya pasti. Unggahan tersebut juga disertai komentar bernada ejekan, “Sapa juga yg mau punya nenek moyang macem gini”.
Ketiga contoh di atas menunjukkan ragam tema hoaks yang dapat muncul dengan mencatut nama institusi pendidikan. Informasi semacam ini dapat menyebar cepat karena dikemas dalam bentuk video, daftar peringkat, maupun narasi yang tampak ilmiah.