Sejumlah informasi menyesatkan terkait pendaftaran program subsidi pemerintah kembali beredar di media sosial. Modus yang muncul beragam, mulai dari tautan pendaftaran bantuan BBM dan listrik gratis hingga akun yang mengklaim menjual pupuk subsidi.
Berikut beberapa contoh hoaks yang teridentifikasi dalam unggahan warganet.
1. Klaim tautan pendaftaran kupon subsidi BBM Pertalite gratis
Sebuah unggahan di Facebook pada Kamis, 7 Mei 2026, memuat klaim adanya “Program Subsidi BBM Gratis” yang disebut sebagai kerja sama pemerintah dengan “mitra sosial”. Unggahan itu mengajak pengguna segera mendaftar untuk memperoleh “bantuan BBM GRATIS” dan menyertakan tagar seperti #pertamnina, #indonesia, #bbmgratis, #semuaorang, dan #fbpro.
Unggahan tersebut dilengkapi tombol atau menu “daftar”. Saat diklik, pengguna diarahkan ke sebuah tautan yang mengarah ke halaman situs yang meminta data pribadi, antara lain nama lengkap sesuai KTP, provinsi, serta nomor Telegram aktif.
2. Klaim tautan pendaftaran token dan subsidi listrik gratis dari PLN
Unggahan lain di Facebook pada 2 Maret 2026 mengklaim adanya “TOKEN dan SUBSIDI LISTRIK GRATIS” yang disebut berasal dari program pemerintah melalui PLN. Dalam narasinya, unggahan itu menyatakan program tersebut sebagai bentuk dukungan untuk masyarakat Indonesia, serta mengajak pengguna mendaftar dan mengklaim voucher token maupun subsidi listrik gratis.
Meski di dalam teks unggahan juga terdapat imbauan agar mengakses informasi dari sumber resmi, waspada penipuan dan hoaks, serta menyebut “tidak dipungut biaya apa pun”, unggahan itu tetap menyertakan menu “daftar”. Ketika diklik, tautan mengarah ke situs yang meminta identitas pengguna, seperti nama hingga nomor Telegram.
3. Klaim akun penjualan pupuk subsidi
Pada 26 Oktober 2024, beredar unggahan Facebook yang mengklaim sebagai akun penjualan pupuk subsidi. Unggahan tersebut menampilkan infografis berupa tabel harga pupuk bersubsidi untuk beberapa jenis, seperti urea, ZA, SP-36, NPK PHONSKA, dan Petroganik.
Dalam unggahan itu, warganet diarahkan untuk menghubungi nomor WhatsApp yang dicantumkan. Unggahan juga menampilkan logo Kementerian BUMN, Petrokimia Gresik, dan Pupuk Indonesia.
Rangkaian contoh di atas menunjukkan pola serupa, yakni ajakan mendaftar atau menghubungi pihak tertentu disertai tautan atau kontak yang berpotensi mengarah pada pengumpulan data pribadi. Masyarakat diimbau berhati-hati terhadap unggahan yang menawarkan subsidi gratis melalui tautan pendaftaran, terutama jika meminta data identitas dan nomor aplikasi perpesanan.