Sejumlah informasi palsu atau hoaks kembali menyasar mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan beredar di media sosial dengan beragam tema. Dalam beberapa unggahan, hoaks tersebut muncul dalam bentuk tangkapan layar artikel yang diklaim berasal dari media tertentu, lalu disertai narasi tambahan dari pengunggah.
Berikut beberapa contoh hoaks yang ditemukan Tim Cek Fakta Liputan6.com dalam beberapa waktu terakhir.
1. Klaim artikel tentang Luhut meminta warga Solo tidak mengusir Jokowi jika ijazah palsu
Tim Cek Fakta Liputan6.com menemukan unggahan berupa tangkapan layar yang menampilkan judul artikel yang diklaim berasal dari Tempo: “Luhut berharap jika Ijasah Jokowi Palsu masyarakat Solo jangan mengusir beliau.” Unggahan tersebut beredar sejak awal Juli 2026, salah satunya diposting di Facebook pada 6 Juli 2026.
Dalam narasinya, pengunggah mengaitkan klaim itu dengan isu dugaan ijazah palsu Jokowi yang sempat ramai dibicarakan. Unggahan tersebut menyebut Luhut Binsar Pandjaitan—yang disebut sebagai Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi—menyampaikan harapan agar masyarakat Solo tidak mengusir Jokowi apabila isu ijazah palsu terbukti benar.
2. Klaim artikel pelawak Narji memuji Jokowi melebihi Nabi Ibrahim
Hoaks lain yang ditemukan adalah unggahan tangkapan layar artikel yang menampilkan judul: “Narji Cagur: Saya Gabung Partai PSI Karena Ada Jokowi, Kehebatan Jokowi Melebihi Nabi Ibrahim AS.” Unggahan ini beredar sejak pekan sebelumnya dan salah satunya diposting di Facebook pada 10 Juli 2026, disertai narasi singkat “Muncul Lagi termul Baru”.
3. Klaim artikel Ketua BEM SI menyerukan penolakan PSI dan Jokowi di daerah
Tim Cek Fakta Liputan6.com juga menemukan unggahan yang menampilkan tangkapan layar artikel dari sebuah situs berita dengan judul: “Ketua BEM Seluruh Indonesia Membuat Pernyataan Untuk Menolak Partai PSI Dan Jokowi Di Daerah Propinsi Masing Masing.” Unggahan tersebut beredar sejak akhir Juni 2026, salah satunya diposting di Facebook pada 29 Juni 2026.
Pengunggah menambahkan narasi yang menyatakan Ketua BEM Seluruh Indonesia membuat pernyataan untuk menolak PSI dan Jokowi di daerah masing-masing, disertai kalimat “Mahasiswa tolak PSI. Warga tolak PSI”.
Rangkaian unggahan tersebut menunjukkan hoaks terkait Jokowi masih terus beredar dalam berbagai bentuk di media sosial, termasuk melalui klaim tangkapan layar artikel dan narasi yang mengiringinya.