Deretan Hoaks Bermodus Penipuan yang Mencatut Kemenag: Dari PPPK, CPNS, hingga Umrah Gratis

Deretan Hoaks Bermodus Penipuan yang Mencatut Kemenag: Dari PPPK, CPNS, hingga Umrah Gratis

Kementerian Agama (Kemenag) kembali menjadi sasaran penyebaran hoaks bermodus penipuan. Informasi palsu tersebut beredar melalui media sosial dan aplikasi percakapan, umumnya dengan pola yang sama: mencatut nama dan logo Kemenag, menawarkan program tertentu, lalu mengarahkan warganet untuk mengklik tautan yang mengarah ke situs tertentu.

Sejumlah unggahan yang beredar belakangan ini menampilkan klaim pendaftaran seleksi aparatur sipil negara hingga program umrah gratis. Berikut beberapa contoh hoaks yang ditemukan Tim Cek Fakta Liputan6.com.

1. Klaim pendaftaran PPPK Kemenag 2026

Salah satu unggahan beredar di platform Threads. Akun pengunggah mempostingnya pada 25 Juli 2026 dengan gambar berlogo Kemenag dan narasi “Pendaftaran PPPK Kemenag 2026 resmi dibuka”. Dalam unggahan tersebut dicantumkan sejumlah “persyaratan”, seperti lulusan SMA/SMKA/D3/S1-S3, usia minimal 18 tahun maksimal 45 tahun, serta klaim penempatan sesuai domisili. Di bagian akhir, unggahan itu menyebut pendaftaran gratis dan meminta pengguna mengklik tautan yang disebut tersedia di bio, yang mengarah ke sebuah situs tertentu.

2. Klaim tautan pendaftaran umrah gratis dari Kemenag

Hoaks lain ditemukan di TikTok. Akun pengunggah mempostingnya pada 18 Juli 2026 dengan poster Menteri Agama Nasaruddin Umar dan narasi ajakan untuk segera mendaftarkan diri dalam program “Umroh Gratis” dengan kuota terbatas. Unggahan tersebut mengarahkan pengguna untuk membuka tautan pendaftaran yang disebut ada di bio profil, disertai tulisan “UMROH GRATIS”.

3. Klaim link pendaftaran CPNS Kemenag 2026

Tim Cek Fakta Liputan6.com juga mendapati klaim link pendaftaran CPNS Kemenag 2026 yang diunggah melalui TikTok. Unggahan itu memuat narasi “lowongan resmi CPNS Kemenag 2026 telah dibuka”, disertai rincian formasi, persyaratan umum, serta daftar berkas yang diminta. Unggahan tersebut kembali menekankan pendaftaran gratis dan mengarahkan pengguna untuk mengakses “link pendaftaran resmi” melalui bio profil.

Saat tautan di bio diklik, pengguna diarahkan ke sebuah halaman situs yang menampilkan formulir digital. Formulir tersebut meminta data pribadi, mulai dari nama lengkap sesuai KTP hingga nomor Telegram aktif.

Rangkaian unggahan di atas menunjukkan pola penipuan yang berulang: mencatut identitas Kemenag, menyertakan ajakan mendaftar melalui tautan tertentu, dan dalam beberapa kasus meminta data pribadi melalui formulir digital.