Hoaks terkait bantuan sosial (bansos) kembali ramai beredar di media sosial. Sejumlah klaim menyesatkan muncul dengan berbagai narasi, mulai dari tautan pendaftaran bansos yang dikaitkan dengan Hari Kemerdekaan ke-81 RI hingga video yang mengatasnamakan tokoh publik.
Berikut rangkuman beberapa hoaks bansos yang beredar, berdasarkan penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.
1. Klaim tautan pendaftaran bansos Hari Kemerdekaan ke-81 RI
Di Facebook, beredar unggahan pada 21 Juli 2026 yang menampilkan klaim “BONUS CAIR 2026” disertai tautan bertuliskan “BANTUAN-BANSOS.NT-VT.COM”. Unggahan itu juga memuat narasi pendaftaran program bantuan sosial pemerintah, seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT), dan Program Indonesia Pintar (PIP) untuk mendukung kesejahteraan dan akses pendidikan.
Klaim tersebut kemudian ditelusuri oleh Cek Fakta Liputan6.com.
2. Video yang mengatasnamakan Mahfud Md soal bansos untuk modal usaha
Hoaks lain berupa video yang diklaim menampilkan mantan Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud Md mengumumkan bansos untuk membuka usaha. Unggahan itu ditemukan di Facebook pada 15 Juli 2026.
Dalam video, narasi yang beredar menyebutkan adanya “uang tunai” sebagai bantuan modal usaha dan meminta penerima untuk menghubungi WhatsApp agar dana bisa ditransfer hari itu juga. Unggahan tersebut juga disertai caption “Bantuan sosial dari pemerintah untuk membuka usaha baru” dan terdapat menu untuk mengirim pesan.
Klaim video tersebut turut menjadi objek penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.
3. Klaim Prabowo–Kemensos menghapus bansos dan mengalihkan anggaran ke MBG
Selain itu, beredar unggahan Facebook pada 11 Juli 2026 yang menyebut Presiden Prabowo Subianto bersama Kementerian Sosial (Kemensos) resmi menghapus sejumlah program, termasuk Bantuan Langsung Tunai (BLT), PKH, BPNT, hingga BPJS, Kartu Indonesia Pintar (KIP), dan Program Indonesia Pintar. Unggahan itu juga mengklaim anggaran program-program tersebut akan dialihkan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Klaim tersebut juga ditelusuri dalam rubrik Cek Fakta Liputan6.com.
Masyarakat diimbau berhati-hati terhadap informasi bansos yang beredar di media sosial, terutama yang mengarahkan ke tautan tertentu atau meminta pengguna menghubungi nomor pribadi melalui aplikasi pesan.