Dekopinwil Jatim Gelar Diklat Jurnalistik Perkoperasian di Surabaya untuk Perkuat SDM dan Transparansi

Dekopinwil Jatim Gelar Diklat Jurnalistik Perkoperasian di Surabaya untuk Perkuat SDM dan Transparansi

SURABAYA — Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) Jawa Timur menggelar Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Jurnalistik Perkoperasian bagi personel Pusat Informasi Perkoperasian (PIP). Kegiatan ini ditujukan untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) koperasi di tengah tuntutan keterbukaan informasi.

Diklat berlangsung pada 8–10 Juni 2026 di Hotel Elmi Surabaya. Program tersebut menjadi bagian dari strategi Dekopinwil Jatim untuk meningkatkan kompetensi komunikasi dan publikasi koperasi agar lebih profesional, transparan, serta mampu merespons perkembangan informasi digital.

Kegiatan dibuka Ketua Dekopinwil Jatim Slamet Sutanto. Sejumlah pengurus dan tokoh koperasi turut hadir, antara lain Wakil Ketua Umum Dekopin Bidang Komunikasi Publik Teguh Eko Prastyono; Dewan Pelindung sekaligus Sekretaris Jenderal PIP Dekopin dan Pemimpin Redaksi Majalah PIP Feby Siti Permanasari; Ketua PIP Jatim Sucipto; serta Wakil Ketua Umum Bidang Diklat Dekopin Pusat Sarjono Hamzah yang juga menjadi narasumber.

Rangkaian acara diawali dengan pembukaan, doa bersama, menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars Koperasi, sambutan pengurus Dekopin, hingga sesi pelatihan yang difokuskan pada penguatan kapasitas jurnalistik dan pengelolaan informasi perkoperasian.

Panitia mengemas pelatihan dengan pendekatan interaktif, komunikatif, dan bernuansa kekeluargaan. Format tersebut dinilai membantu menciptakan suasana belajar yang lebih santai sehingga peserta lebih mudah memahami materi.

Salah satu peserta, Kapten Hendro, Pimpinan Dewan Pemberdayaan Koperasi Merah Putih Dekopinda Kota Surabaya, menilai diklat memiliki peran penting dalam peningkatan kualitas tata kelola koperasi. “Pendidikan dan pelatihan ini merupakan bagian penting dari upaya Dekopin untuk memperkuat pemahaman serta peran aktif anggota dalam tata kelola koperasi, sehingga mampu mewujudkan koperasi yang profesional, transparan, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya kemampuan menyampaikan informasi secara benar dan bertanggung jawab bagi gerakan koperasi di tengah derasnya arus informasi digital.

Sementara itu, Slamet Sutanto menyatakan koperasi tidak hanya berfungsi sebagai lembaga ekonomi, tetapi juga ruang pembelajaran kolektif bagi anggota untuk mencapai kesejahteraan bersama. “Koperasi tidak hanya berfungsi sebagai lembaga ekonomi, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran kolektif bagi anggotanya dalam mencapai kesejahteraan bersama. Kami berharap kegiatan Diklat PIP dapat dilaksanakan secara bertahap, bertingkat, dan berkelanjutan,” kata Slamet.

Melalui kegiatan ini, Dekopinwil Jatim berharap lahir sumber daya perkoperasian yang lebih adaptif dan kompeten, sekaligus memperkuat citra koperasi sebagai pilar ekonomi kerakyatan yang modern dan terpercaya di tengah masyarakat.