MAKASSAR — Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Andi Luhur Prianto, memberikan pandangan terkait wacana penerapan sistem e-voting dalam pemilu. Wacana tersebut mengemuka seiring penyusunan naskah akademik oleh pemerintah dan DPR RI untuk membahas Revisi Undang-undang Pemilu 2026, termasuk opsi pemungutan suara berbasis online.
Menurut Andi Luhur, e-voting layak dipertimbangkan sebagai bagian dari perbaikan berdasarkan evaluasi penyelenggaraan pemilu selama ini. Ia menilai penerapannya bukan sesuatu yang mustahil karena pernah dipraktikkan pada level pemilihan kepala desa.
“Penerapan e-voting tentu bukan hal yang mustahil, praktiknya pernah dan bisa diberlakukan pada pemilihan kepala desa di Kabupaten Bantaeng dan Jembrana,” ujar Andi Luhur, Selasa (20/1/2026).
Ia merujuk pada pengalaman Kabupaten Jembrana, Bali, yang pernah menerapkan e-voting pada pemilihan kepala desa pada 2009. Sementara Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, juga disebut sempat menerapkan e-voting untuk pemilihan kepala desa pada 2021.
Andi Luhur menambahkan, e-voting dapat melengkapi upaya digitalisasi pemilu yang selama ini telah berjalan melalui sejumlah platform. “e-voting juga bisa melengkapi platform digitalisasi pemilu, yang selama ini sudah diterapkan. Seperti SILON, SIPOL, SIREKAP, dan SILOG,” katanya.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa penerapan e-voting menghadapi sejumlah tantangan. Di antaranya terkait regulasi, anggaran, kesenjangan infrastruktur teknologi, serta kesiapan sumber daya manusia sebagai operator pelaksana.
Dalam pandangannya, persoalan utama bukan semata kesiapan teknis, melainkan komitmen politik. “Bukan soal siap atau tidak siap, tapi apakah penguasa punya political will yang kuat untuk mentransformasi demokrasi digital dalam penyelenggara pemilu,” tutur Andi Luhur.
Ia juga menilai e-voting berpotensi membawa dampak positif, mulai dari perbaikan tata kelola, perbaikan proses elektoral, peningkatan integritas penyelenggara, hingga penguatan substansi pemilu. Selain itu, ia menyebut pemilu online dapat menekan biaya penyelenggaraan karena sejumlah tahapan pemilu luring dapat dipangkas menjadi lebih efisien dan efektif.

