Dedi Mulyadi Tekankan Penataan Fasilitas Seni-Budaya dan Kajian Tata Ruang Jawa Barat

Dedi Mulyadi Tekankan Penataan Fasilitas Seni-Budaya dan Kajian Tata Ruang Jawa Barat

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan rencana Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk menata fasilitas seni dan budaya di wilayahnya, termasuk di Kota Bogor. Pernyataan itu disampaikan saat membuka diskusi kecagarbudayaan bertema “Prasasti Batu Tulis dan Makuta Binokasih Sanghyang Pake” di Museum Pajajaran, Batutulis, Kota Bogor, Kamis, 14 Mei 2026.

Dedi mengatakan penataan dilakukan sebagai upaya memajukan seni dan budaya di Jawa Barat. Program yang disampaikan antara lain revitalisasi Museum Pajajaran serta perbaikan infrastruktur di kawasan Suryakencana hingga Batutulis, mencakup jalan, trotoar, dan taman.

Untuk revitalisasi Museum Pajajaran, Dedi menyebut pemerintah provinsi telah menyiapkan anggaran Rp 9 miliar guna memperbaiki struktur bangunan. Ia menilai kondisi bangunan saat ini belum mencerminkan sebuah museum.

Menurut rencana yang disampaikan Dedi, Museum Pajajaran akan diresmikan oleh Wali Kota Bogor Dedie A Rachim bertepatan dengan peringatan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 pada 3 Juni mendatang, sekaligus dibuka untuk umum.

Selain penataan fasilitas, Dedi juga menyinggung soal peradaban budaya. Ia menilai peradaban mengalami kepesatan, mulai dari cara berpikir hingga bertindak, sehingga perlu diwujudkan menjadi karya akademik, seperti buku, yang membahas berbagai persoalan dan solusi untuk masa depan.

Dedi menyebut naskah akademik diperlukan karena selama ini terdapat misi yang terputus dalam sejumlah bidang, mulai dari tata ruang, tata kelola bangunan, kesehatan, pendidikan, hingga aspek lainnya. Dengan adanya naskah, ia berharap sejarah masa lalu dan masa kini dapat menjadi satu kesatuan.

“Jujur saja, konsepsi yang kita tata kelola saat ini berantakan. Ini harus dikembalikan. Kajian pemerintah provinsi saat ini adalah kajian perubahan tata ruang,” kata Dedi.