Dasco: Survei Kepuasan Publik 51,1 Persen terhadap Prabowo Akan Dikaji untuk Evaluasi

Dasco: Survei Kepuasan Publik 51,1 Persen terhadap Prabowo Akan Dikaji untuk Evaluasi

Wakil Ketua DPR RI sekaligus Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, mengatakan pihaknya tengah mempelajari hasil survei terbaru Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) terkait tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto yang tercatat 51,1 persen.

Dasco menyebut hasil survei tersebut akan dikaji dan dikompilasi sebagai masukan. Ia mengatakan, bila temuan survei sesuai dengan kondisi di lapangan, data itu dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah.

“Tentunya kami sedang mempelajari dan juga kami kaji. Tentunya hasil survei itu adalah berupa masukan-masukan, ya. Nantinya kita akan kompilasi,” kata Dasco di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (30/7/2026), dikutip Antara.

Menurut Dasco, pemerintah perlu merespons apabila dari hasil kajian ditemukan persoalan yang memang terjadi saat ini. “Kami berharap pihak pemerintah dalam hal ini kemudian mengimbangi apabila memang hasil kajiannya ada beberapa hal yang memang terjadi pada saat ini,” ujarnya.

SMRC mencatat tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo berada di angka 51,1 persen berdasarkan survei yang dilakukan pada 5–19 Juli 2026.

Direktur Eksekutif SMRC, Deni Irvani, mengatakan tingkat kepuasan tersebut menurun dibanding survei SMRC pada November 2025 yang berada di angka 81,2 persen.

Dalam survei terbaru itu, 4,8 persen responden menyatakan sangat puas terhadap kinerja Presiden, 46,3 persen cukup puas, 35 persen kurang puas, 11,9 persen tidak puas sama sekali, dan 2,1 persen tidak tahu atau tidak menjawab.

Deni menilai penurunan tingkat kepuasan publik berkaitan erat dengan penilaian negatif warga terhadap kondisi ekonomi, politik, dan penegakan hukum. “Penurunan tingkat kepuasan publik ini berhubungan erat dengan merosotnya sentimen positif terhadap kondisi ekonomi, politik, dan penegakan hukum,” kata Deni dalam keterangan tertulis.

SMRC menyebut populasi survei adalah seluruh warga Indonesia yang memiliki hak pilih. Sebanyak 749 responden dipilih secara acak, dengan 83,8 persen responden yang memiliki telepon diwawancarai melalui sambungan telepon.