Dapil NTB I Perebutkan Tiga Kursi DPR, Sejumlah Partai Turunkan Nama-nama Baru

Dapil NTB I Perebutkan Tiga Kursi DPR, Sejumlah Partai Turunkan Nama-nama Baru

Daerah Pemilihan (Dapil) Nusa Tenggara Barat (NTB) I yang meliputi Bima, Dompu, dan Sumbawa menjadi salah satu arena persaingan yang menonjol karena hanya menyediakan tiga kursi DPR untuk diperebutkan.

Pada Pileg 2019, tiga kursi tersebut diraih Zainul Arifin (Gerindra), Johan Rosihan (PKS), dan Muhammad Syafrudin (PAN). Namun pada Pileg 2024, Zainul Arifin tidak lagi maju dari dapil ini, sehingga peta persaingan berubah.

Partai NasDem tampil sebagai penantang serius dengan mengusung sejumlah figur yang sebelumnya berkiprah di partai lain. Di antaranya Mori Hanafi, mantan anggota DPRD NTB dari Fraksi Gerindra; Ika Rezky Veryani, mantan Bendahara Umum PAN Dompu; serta Jamaluddin Malik, mantan Bupati Sumbawa yang sebelumnya merupakan kader Partai Hanura.

Gerindra berupaya mempertahankan kursinya dengan menempatkan Ketua Baleg DPR Supratman Andi Agtas untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan Zainul Arifin. Pada Pileg 2019, Supratman tercatat maju dari Dapil Sulawesi Tengah.

PKB juga masuk dalam persaingan dengan mengusung Mahdalena, yang saat ini menjadi anggota DPRD Kabupaten Bima. Sementara itu, PDIP menurunkan anggota DPRD NTB Lalu Budi Suryata.

Partai Golkar berupaya meraih kursi dengan mengajukan Eliya, istri mantan Wali Kota Bima Muhammad Lutfi, serta Ferra Amelia, ipar Bupati Bima Indah Dhamayanti. Partai Demokrat memplot Ketua Dewan Pertimbangan Demokrat NTB Qurais Abidin dan pakar kesehatan Hermawan Saputra.

Partai Gelora sebagai pendatang baru turut mencuri perhatian dengan menurunkan Wakil Ketua Umumnya, Fahri Hamzah, yang juga pernah menjabat Wakil Ketua DPR. Pada Pileg 2014, saat maju dari PKS, Fahri disebut meraih suara terbanyak di dapil ini.

Dalam strategi kampanye, Mahdalena menyatakan optimistis bisa melaju ke Senayan dengan mengedepankan isu gender. Ia menyoroti pentingnya memperjuangkan aspirasi perempuan di Pulau Sumbawa, termasuk perlindungan dari diskriminasi dan bagi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Selain itu, ia menyatakan akan memberi perhatian pada pertumbuhan dan pengembangan UMKM dengan mendorong kebijakan yang mendukung sektor tersebut.

Sementara itu, Lalu Budi Suryata memilih mengedepankan kolaborasi dengan caleg separtai untuk saling mendukung, sekaligus mengayomi kader PDIP di daerah yang sedang berkompetisi. Sekretaris DPD PDIP NTB itu menyebut pola gotong royong dijalankan dengan menggandeng caleg tingkat kabupaten dan kota untuk turun ke dapil masing-masing.

Dari NasDem, Jamaluddin Malik menyampaikan keyakinannya dapat memanfaatkan efek dari capres Anies Baswedan untuk meningkatkan elektabilitas. Ia juga menyatakan optimistis partainya bisa meraih satu kursi dari Dapil Pulau Sumbawa, bahkan membuka peluang dua kursi jika pemilih di Sumbawa solid.

Dengan hanya tiga kursi yang tersedia, Dapil NTB I diperkirakan akan menjadi salah satu pertarungan paling ketat, seiring banyaknya partai yang menurunkan figur-figur baru dan mengandalkan strategi masing-masing untuk merebut dukungan pemilih.