Sejumlah informasi keliru atau hoaks kembali beredar dan dikaitkan dengan berbagai peristiwa di Pati. Konten semacam ini menyebar melalui media sosial maupun aplikasi percakapan, sehingga memicu kebingungan di ruang publik.
Berikut beberapa hoaks yang sempat ramai dibagikan, berdasarkan rangkuman dari kanal cek fakta:
1) Klaim Kemenag mewajarkan kasus pencabulan santri di Pati
Tim Cek Fakta menemukan unggahan yang mengklaim Kementerian Agama (Kemenag) mewajarkan kasus pencabulan santri di Pati. Unggahan tersebut beredar sejak pertengahan pekan dan salah satunya diunggah sebuah akun Facebook pada 6 Mei 2026.
Dalam unggahan itu terdapat foto Menteri Agama Nasaruddin Umar disertai narasi: “Kemenag menegaskan pencabulan 50 santri di Pati bukan termasuk kejahatan agama melainkan nafsu manusiawi, itu wajar”. Pengunggah juga menambahkan kalimat: “Menteri Agama ngomong bukan kejahatan agama. Mana jempolnya dan komennya wahai netizen.”
2) Klaim wartawan meninggal saat meliput demo warga di Pati
Hoaks lain yang beredar menyebut ada wartawan meninggal dunia saat meliput aksi demonstrasi warga di Pati, Jawa Tengah, pada Rabu, 13 Agustus 2025. Dalam narasi unggahan, demo tersebut disebut menuntut Bupati Pati Sudewo mundur karena kebijakannya yang dinilai arogan dan tidak berpihak pada rakyat.
Unggahan itu beredar di Facebook pada 13 Agustus 2025. Isinya antara lain menyebut “Korban ada 3” dengan rincian “1 wartawan” dan “2 anak2”, serta menyertakan kartu pers dari media bernama Tuturpedia.
Rangkaian klaim di atas merupakan contoh hoaks yang dikaitkan dengan peristiwa di Pati dan sempat menyebar luas di media sosial. Masyarakat diimbau lebih cermat memeriksa kebenaran informasi sebelum membagikannya kembali.